<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tiada yang lebih indah selain berbicara KEBENARAN....!!!!</title>
	<atom:link href="http://aditcenter.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aditcenter.wordpress.com</link>
	<description>Sampaikanlah Fakta, maka kami menyampaikan KEBENARAN</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Oct 2009 12:38:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aditcenter.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1cdc1d5932527fb59fd8ed2f4a2fa3d2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tiada yang lebih indah selain berbicara KEBENARAN....!!!!</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>BATIK BUAT DUNIA</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com/2009/10/02/batik-buat-dunia/</link>
		<comments>http://aditcenter.wordpress.com/2009/10/02/batik-buat-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 07:43:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[ESSAY]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditcenter.wordpress.com/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[
Hari ini, tanggal 2 Oktober. UNESCO mencanangkan Batik sebagai warisan Budaya Dunia non bangunan. Kali ini saya sedikit Pro dengan PBB. Maklum saya kebanyakan geram-nya dari pada mendukung. Apalagi yang terkait serangan Israel ke Jalur Gaza, seolah PBB cuma jadi penonton. Padahal sudah jelas mereka adalah Organisasi Internasional yang mewujudkan perdamaian.
Kembali ketopik awal. Langkah PBB [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=387&subd=aditcenter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-395" title="kemeja-batik-cap2_resize-216x300" src="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/10/kemeja-batik-cap2_resize-216x300.jpg?w=216&#038;h=300" alt="kemeja-batik-cap2_resize-216x300" width="216" height="300" /></p>
<p>Hari ini, tanggal 2 Oktober. UNESCO mencanangkan Batik sebagai warisan Budaya Dunia non bangunan. Kali ini saya sedikit Pro dengan PBB. Maklum saya kebanyakan geram-nya dari pada mendukung. Apalagi yang terkait serangan Israel ke Jalur Gaza, seolah PBB cuma jadi penonton. Padahal sudah jelas mereka adalah Organisasi Internasional yang mewujudkan perdamaian.<span id="more-387"></span></p>
<p>Kembali ketopik awal. Langkah PBB iniu merupakan kemajuan bagi bangsa kita. Betapa tidak? sudah banyak kebudayaan kita yang sudah di Claim oleh negara lain. Tahu&amp;Tempe misalnya. Orang didunia lebih tahu kalau Tahu&amp;Tempe buatan Jepang. Sebelumnya negara tetangga (yang nama samarannya : MALINGSIA, MALINGSHITYA, dll) telah berusaha mematenkan batik dan diakui miliknya. Setelah UNESCO mengeluarkan &#8220;Fatwa&#8221;-nya, maka Tetangga kita terpaksa gigit Jempol kakinya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu, apakah hanya sekedar menuruti instruksi Presiden? (Yang hanya memberi instruksi agar mengenakan Batik secara serentak pada tanggal 2 Oktober). Dan kalau hendak memperingati sebagai Hari Batik Nasional, hendaknya tidak terlalu disakralkan. Karena saya khawatir nantinya nasib hari Batik nasional (Jika Jadi dicanangkan) akan sama seperti hari Kartini.</p>
<p>Pada saat saya masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, Hari Kartini selalu diperingati secara meriah. Hari Kebaya bagi yang perempuan. Bahkan ada yang bilang, jika tidak mengenakan Kebaya pada Hari Kartini dianggap tidak menghargai perjuangan Kartini. (What???) Begitu sakralnya perjuangan seorang Kartini sampai-sampai harus diperingati secara khusus pula.</p>
<p>Hendaknya masyarakat mengenakan pakaian berdasarkan Fungsinya, Bukan sekedar fashion saja. Hari Kartini misalnya, saya tidak bisa membayangkan apa jadinya para pekerja Kilang Minyak atau Pertambangan yang berjenis kelamin perempuan mengenakan Kebaya saat hari Kartini. Bukan malah menghargai, tapi yang ada justru celaka akibat peralatan yang kurang Safety. Sama halnya dengan Hari Batik (Kalau jadi dicanangkan).</p>
<p>Saya tidak bisa membayangkan bau keringat seorang Sopir Bus kota yang mengenakan Batik saat hari Batik. Belum lagi pekerjaan para petugas pengangkut sampah. Hiiiii&#8230;baunya pasti gak karuan.</p>
<p>Sikap Bijak yang bisa diambil salah satunya adalah mengenakan Batik saat orang lain sedang menggunakan Kemeja-Jas-Dasi. Misalnya saja saat presentasi Skripsi, Thesis, ataupun Disertasi. Bisa juga mengenakan Batik saat hendak pergi ke acara Halal bi Halal. Masa&#8217; kalah sama Bill Gates yang bersedia mengenakan Batik saat mengisi Kuliah Tamu di Jakarta beberapa saat yg lalu (<a href="http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/10/55/108108/gara-gara-batik-bill-gates-telat-presentasi">klik</a>).Hal seperti itu saya rasa jauh lebih bermanfaat dari pada sekedar seremonial mengenakan Batik setiap tanggal 2 Oktober.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditcenter.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditcenter.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditcenter.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditcenter.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditcenter.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditcenter.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditcenter.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditcenter.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditcenter.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditcenter.wordpress.com/387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=387&subd=aditcenter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditcenter.wordpress.com/2009/10/02/batik-buat-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d75a7e2982ad001f8633760d9741f66?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditcenter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/10/kemeja-batik-cap2_resize-216x300.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kemeja-batik-cap2_resize-216x300</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IRONI SURAMADU</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com/2009/06/17/ironi-suramadu/</link>
		<comments>http://aditcenter.wordpress.com/2009/06/17/ironi-suramadu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 05:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[ENSIKLOPEDIA]]></category>
		<category><![CDATA[PENGALAMAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditcenter.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Entah ini apa namanya. Belum genap satu bulan peresmian jembatan Suramadu, sudah ada &#8220;Hal-hal aneh&#8221; terjadi. Ternyata, jembatan SURAMADU yang menjadi icon INDONESIA dan masyarakat Jawa Timur dan Madura sudah dibobol MALING. Setelah pada bulan MARET kemarin &#8220;Komplotan Pencuri Besi&#8221; berhasil diringkus oleh POLISI. Sekarang ada lagi pencurian, bukan besi tapi baut-baut yang jadi konstruksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=381&subd=aditcenter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_382" class="wp-caption alignnone" style="width: 470px"><img class="size-full wp-image-382" title="suramadu1" src="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/06/suramadu1.jpg?w=460&#038;h=248" alt="pic : galunggung99.wordpress.com" width="460" height="248" /><p class="wp-caption-text">pic : galunggung99.wordpress.com</p></div>
<p>Entah ini apa namanya. Belum genap satu bulan peresmian jembatan Suramadu, sudah ada &#8220;Hal-hal aneh&#8221; terjadi. Ternyata, jembatan SURAMADU yang menjadi icon INDONESIA dan masyarakat Jawa Timur dan Madura sudah dibobol MALING. Setelah pada bulan MARET kemarin &#8220;Komplotan Pencuri Besi&#8221; berhasil diringkus oleh POLISI. Sekarang ada lagi pencurian, bukan besi tapi baut-baut yang jadi konstruksi JEMBATAN.<span id="more-381"></span></p>
<p>Kalau mengambil satu mungkin masih belum terasa efek negatifnya. Lah kalau ngambilnya  satu per satu bisa-bisa umur dari JEMBATAN SURAMADU tidak mencapai 100 tahun seperti apa yang telah diberitakan.</p>
<p>Setelah ditinjau lebih lanjut, kerusakan JEMBATAN sudah mulai banyak yang rusak, mulai dari aksesoris jembatan yang sudah ilang, besi penutup kabel di samping jalan jembatan pun sudah mulai protol atapun hilang. Mungkin kontraktor atau Jasa Marga tidak perlu melakukan tender lagi untuk memperbaiki Jembatan SURAMADU, mereka cukup pergi ke Jl. Dupak Pojok alias Pasar LOAK dan menemukan <strong>BAUT  JEMBATAN SURAMADU</strong>.</p>
<p>Beginilah masyarakat Indonesia, mereka masih belum mengerti makna dari penciptaan jembatan Suramadu. Yang ada di Otak (Kalau boleh saya sebut, Otak tapi berisi Tai) mereka cuma materi yang bisa menguntungkan mereka. Tidak pernah terbesit dalam pikiran mereka untuk memelihara dan memperbaiki jembatan kalau ada yang rusak.</p>
<p>Jadi ingat kondisi Rel kereta api di Malang-Blitar. Dimana kondisi rel kereta api disana juga banyak ditemui baut-baut penahan rel yang hilang, namun warga sekitar turut berusaha memperbaiki baut-baut yang hilang tersebut.</p>
<p>Kembali ke Suramadu, banyaknya baut yang hilang membuat Polres Surabaya Timur mendapatkan tugas baru, yakni menangkap pencuri2 yang tidak bertanggung jawab tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Polres Surabaya Timur bahwa mereka saat ini telah menyiapkan setidaknya 36 Personil untuk ditempatkan di Suramadu. Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan disana. Semoga dengan langkah cepat pihak kepolisian, mampu meringkus Begundal-begundal yang tidak bertanggung jawab.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditcenter.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditcenter.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditcenter.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditcenter.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditcenter.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditcenter.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditcenter.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditcenter.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditcenter.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditcenter.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=381&subd=aditcenter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditcenter.wordpress.com/2009/06/17/ironi-suramadu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d75a7e2982ad001f8633760d9741f66?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditcenter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/06/suramadu1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">suramadu1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUKAN JAMANNYA MEGAWATI</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com/2009/04/07/bukan-jamannya-megawati/</link>
		<comments>http://aditcenter.wordpress.com/2009/04/07/bukan-jamannya-megawati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 08:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditcenter.wordpress.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Memang kampanye parpol telah berakhir, dan sekarang sedang memasuki minggu-minggu tenang. Tetapi, bukankah memberi masukkan terhadap kebaikan negeri tidak boleh berhenti? Salah satunya agar pada saat pemilu, baik pemilu presiden, maupun pemilu legislatif tidak salah pilih.
Oke, nggak perlu lama-lama banyak cocot.. Intinya satu : JANGAN PILIH MEGA saat pemilu presiden&#8230;kenapa? karena saya punya beberapa alasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=374&subd=aditcenter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Memang kampanye parpol telah berakhir, dan sekarang sedang memasuki minggu-minggu tenang. Tetapi, bukankah memberi masukkan terhadap kebaikan negeri tidak boleh berhenti? Salah satunya agar pada saat pemilu, baik pemilu presiden, maupun pemilu legislatif tidak salah pilih.</p>
<p>Oke, nggak perlu lama-lama banyak cocot.. Intinya satu : JANGAN PILIH MEGA saat pemilu presiden&#8230;kenapa? karena saya punya beberapa alasan untuk tidak memilih, diantaranya :</p>
<p><strong>1. Megawati adalah pendendam ulung</strong></p>
<p><strong>2. Selalu berlindung dibawah Ketiak Bapaknya</strong></p>
<p><strong>3. Terlalu melibatkan perasaannya</strong></p>
<p><strong>4. Plin-Plan sama omongannya sendiri</strong></p>
<p><strong>5. Guoblok banget kalo lagi debat</strong></p>
<p><strong>6. Ambisius banget ingin jadi presiden</strong></p>
<p><strong>7. Bingung kampanye (APalagi terkait BLT)</strong></p>
<p><strong>8. Tidak mau dikritik (padahal sama Kwik Kian Gie)</strong></p>
<p><strong>9. Sok memperjuangkan hak wanita</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditcenter.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditcenter.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditcenter.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditcenter.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditcenter.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditcenter.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditcenter.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditcenter.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditcenter.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditcenter.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=374&subd=aditcenter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditcenter.wordpress.com/2009/04/07/bukan-jamannya-megawati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d75a7e2982ad001f8633760d9741f66?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditcenter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CANCER : PENYEGAHAN dan PENGOBATANNYA</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/25/cancer-penyegahan-dan-pengobatannya/</link>
		<comments>http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/25/cancer-penyegahan-dan-pengobatannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 13:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[ENSIKLOPEDIA]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cancer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/25/cancer-penyegahan-dan-pengobatannya/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kondisi darah dengan pH basa, sel kanker tak bisa tumbuh, atau pun berkembang. Ada beberapa kasus yang terjadi dan sangat penting. Mohon baca dengan sabar dan sampaikan kasus tersebut kepada orang lain. Jika anda sudah membaca, ulangi baca kembali, terutama menu berkaitan dengan makanan yang ber pH asam dan ber pH basa. Bacalah beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=369&subd=aditcenter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam kondisi darah dengan pH basa, sel kanker tak bisa tumbuh, atau pun berkembang. Ada beberapa kasus yang terjadi dan sangat penting. Mohon baca dengan sabar dan sampaikan kasus tersebut kepada orang lain. Jika anda sudah membaca, ulangi baca kembali, terutama menu berkaitan dengan makanan yang ber pH asam dan ber pH basa. Bacalah beberapa kali supaya bisa mengingat menu makanan tersebut. Sekali lagi mohon baca dengan penuh sabar. Ini sangat bermanfaat untuk kesehatan Anda sendiri dan juga keluarga.<span id="more-369"></span></p>
<p>30 tahun yang lalu, Mr. Zhang berkerja di Departemen Penjualan Umum, PT Taipei Brewery. Beliau telah mengikuti Ujian Seleksi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, dan beliau lulus dengan nilai tertinggi. Kasihan, sebelum beliau berangkat dilakukan pemeriksaan kesehatannya di rumah sakit umum dan ditemukan tumor ganas di dalam paru-parunya, sebesar kepalan tangan seorang anak. Dengan demikian, harapan melanjutkan pendidikan di luar negeri pupus.</p>
<p>Mr. Zhang merasa sangat kecewa. Dia menduga bahwa hasil pemeriksaan itu mungkin bisa salah. Jadi dia lalu pergi ke rumah sakit lain untuk memeriksakan kembali tetapi hasil pemeriksaan kali ini pun positif juga. Maka Mr. Zhang, yang masih muda, putus harapan setelah dikonfirmasi bahwa dia benar-benar terkena penyakit kanker paru-paru. Dia pun menelpon beberapa kali kepada Mr. Wei, teman sekelasnya, yang bertugas sebagai sekretaris Walikota Daerah Huangsun, Pemerintah Wilayah Taidong.</p>
<p>Setelah mendengar berita sedih dari Mr. Zhang, kemudian Mr. Wei pun langsung<br />
berangkat ke Taipei pada hari minggu menemuinya. Mr. Zhang, dengan putus<br />
harapan dan sangat pesimis, memberitahukan Mr. Wei hal penyakit yang buruk<br />
itu dengan panjang lebar, dan meminta temannya membantu mengurus hal-hal<br />
pribadinya jika dia meninggal dunia. Mr. Wei lalu teringat teman baiknya,<br />
Dr. Lu, yang memimpin Rumah Sakit Maijie pada tahun 1949-55. Beliau adalah<br />
seorang peneliti dan spesialis penyakit kanker.</p>
<p>Dia minta Mr. Zhang menjumpai Dr. Lu untuk perobatan dengan segera. Pada awalnya Mr. Zhang tidak mau berkonsultasi dengan dokter lagi karena hasil<br />
pemeriksaan baru akan menambah kesengsaraan untuknya. Tetapi kata Mr. Wei<br />
sudah buat janji dengan Dr. Lu. Jadi Mr. Zhang pun merasa wajib menemui Dr.<br />
Lu didampingi Mr. Wei. Waktu bertemu, Dr. Lu berkata,&#8221;Mr. Wei adalah teman baik saya. Boleh dikatakan perkenalan ini merupakan satu pertemuan yang sangat baik. Saya mau bertanya kenapa penyakit kanker adalah yang ematikan?&#8221; Mr. Zhang dan Mr.Wei tidak bisa menjawab.</p>
<p>Dr. Lu menjelaskan, &#8221; Sampai saat ini cumah ada 2 cara digunakan untuk<br />
mengobati penyakit kanker. Yang pertama harus menghilangkan (mematikan)<br />
bibit penyakit kanker. Yang kedua meningkatkan kekebalan tubuh terhadap<br />
penyakit kanker. Nah, walaupun Cobalt 60 atau obat-obatan lain digunakan,<br />
mengherankan sekali, sebelum sel kanker mati, obat-obatan itu terlebih dahulu  mematikan sel yang sehat. Kemudian apapun gizi atau suplemen yang dimakan, sel kanker dengan cepat mengabsorsi gizi atau suplemen tersebut sebelum sel sehat mengabsorsinya. Ini mengakibatkan sel kanker berkembang cepat dalam tubuh. Dengan demikian, boleh dikatakan kedua cara pengobatan ini akan gagal dan menyebabkan kematian.&#8221;</p>
<p>Dr. Lu meneruskan,&#8221; Manusia adalah makhluk yang paling cerdas dan telah<br />
sukses mengantar angkasawan ke bulan. Kenapa tidak ada seorang pun yang<br />
bertanya kedua cara pengobatan penyakit kanker tersebut yang gagal dan menyebabkan kematian dan tidak mengusahakan dengan cara pengobatan yang ke 3? Waktu saya buat penelitian klinis di Rumah Sakit Majie, ada banyak kesempatan untuk saya berkerja sama dengan kolega yang sering membantu saya. Pendapat saya dari hasil pemeriksaan tersebut bahwa darah pasien kanker<br />
menujukkan 100% pHnya asam.</p>
<p>Ternyata rahib dan nun budda yang tinggal dilingkungan alam dan hanya makan<br />
sayur selama hidupnya, darah mereka rata-rata dalam kondisi darah ber pH<br />
basa yang rendah dan tidak ada satu pun diantara mereka dideteksi penyakit<br />
kanker. Dengan demikian, saya berani berpendapat dalam kondisi darah ber pH<br />
basa yang rendah, sel kanker tidak akan tumbuh atau pun berkembang.</p>
<p>Mr. Zhang, saya sarankan bahwa mulai sekarang kamu mengurangi makanan daging dan mengkonsumsi makanan sayur-sayuran. Kamu bisa makan ganggang hijau dan sup kenari. Mengubah kondisi tubuh dan mencoba serius cara hidup didalam lingkungan alam. Jika kamu akan hidup dalam 5 tahun ini, kamu sudah aman. Kamu akan bernasib baik.&#8221;</p>
<p>Mr. Zhang mengikuti nasehat Dr. Lu dengan serius untuk merubah kebiasaan<br />
pola makan. Setiap hari dia makan ganggang hijau, minum sup kenari dan<br />
membuat dia optimis melakukan olahraga yang cukup. Satu tahun kemudian, dia<br />
melakukan pemeriksaan kesehatannya di rumah sakit yang sama&#8230; Dari hasil<br />
pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor kanker tidak bertambah besar tetapi<br />
semakin mengecil. Ini adalah satu keajaiban untuk staff rumah sakit yang<br />
memeriksa dia. Lima tahun kemudian, tumor kanker hampir hilang seluruhnya.<br />
Sekarang sudah hampir 40 tahun, kesehatan Mr. Zhang benar-benar sudah normal dan kehidupannya sangat menyenangkan.</p>
<p>Setelah kasus Mr. Zhang, Pak Chen Tianshou, seorang mantan Kapala Admintrasi Umum di Rumah Sakit Provinsi Taidong, juga didiagnosa terkena penyakit kanker paru-paru. Saat diketahui Mr. Wei, dia menceritakan kepada Pak Chen apa yang terjadi kepada Mr. Zhang. Pak Chen pun mengikuti rekomendasi Dr. Lu untuk merubah pola makan sama seperti yang dilakukan oleh Mr. Zhang. Dan akhirnya, Pak Chen pun sembuh dari penyakit kanker.</p>
<p>Pada saat itu, Dr. Lu dan keluarganya sudah migrasi ke Amerika. Waktu pulang ke Taiwan dan bertemu Mr. Wei, diberitahkan kabar kesembuhan Mr. Zhang dan Pak Chen. Mr. Wei mengusulkan kepada Dr. Lu supaya Mr. Zhang dan Pak Chen melapor sendiri tentang kesembuhannya. Diharap Dr. Lu bisa menerbitkan satu pelaporan mengenai metode penyembuhan penyakit kanker dengan merubah pola makan. Dengan rendah hati, Dr. Lu menjawab,&#8221; Saya sudah usia tua dan tidak ada catatan klinis dua kasus ini. Beritahukan aja kepada teman-teman dan pamili, dan jika mereka setuju, mereka dapat menyampaikan juga kepada orang lain.&#8221;</p>
<p>Siapa pun harus menjaga sendiri kesehatannya dan juga mau peduli dengan<br />
kesehatan orang lain. Sebanyak 85% pasien penyakit kanker, darahnya menunjukkan ber pH asam yang tinggi didalam tubuhnya. Darah orang sehat dinyatakan dangan ber pH basa yang rendah, yiaitu pHnya 7.35 &#8211; 7.45.</p>
<p>Darah bayi juga begitu, dalam kondisi ber pH basa yang rendah. Dengan bertambahnya usia, maka orang dewasa darahnya menjadi lebih ber pH<br />
asam tinggi secara alami. Menurut penelitian yang dilakukan terhadap sample darah 600 orang pasien penyakit kanker , sebanyak 85% diantara mereka menunjukkan ber pH asam yang tinggi. Bagaimana menjaga darah yang ber pH basa rendah adalah langkah yang pertama untuk menghindari penyakit kanker.</p>
<p>Kondisi darah ber pH asam mengambarkan hal-hal berikut:<br />
1. Kulit tidak bersinar.<br />
2. Penyakit kaki karena kutu air.<br />
3. Cepat merasa lelah setelah olahraga ringan dan mengantuk setelah naik bis.<br />
4. Setelah naik turun tangga terengah-engah.<br />
5. Gemuk dengan perut buncit.<br />
6. Lamban bergerak dan lesu.</p>
<p>Mengapa kondisi darah dalam tubuh bisa berubah menjadi ber pH asam?<br />
1. Terlalu banyak meminum susu dan memakan mentega dan keju.<br />
a) Daging, makanan seperti susu, mentega, keju, telur, daging sapi, daging<br />
babi asin, dll adalah makanan yang ber pH asam.<br />
b) Terlalu banyak makanan ber pH asam menyebabkan pH darah asam &amp; kental, sehingga peredaran darah tidak lancar ke ujung pembuluh darah mengakibatkan kaki/lutut dingin, bahu berat dan susah tidur.<br />
c) Untuk orang-orang muda boleh mengkomsumsi daging dengan porsi yang wajar<br />
tetapi untuk orang-orang tua, agar mengkomsumsi sayur-sayuran dan ikan<br />
dengan porsi kecil.</p>
<p>2. Kehidupan tidak teratur menyebabkan kondisi pisik tubuh dengan darah ber<br />
pH Asam.<br />
a) Kehidupan tidak teratur menyebabkan tekanan terhadap pisik dan mental.<br />
b) Menurut statistik, orang terlambat tidur kemungkinan mengalami penyakit kanker 5 kali lebih besar dibanding dengan orang yang tidur tepat waktu.<br />
c) Manusia pada dasarnya adalah hidup secara teratur di dunia ini. Tidak<br />
boleh mengakumulasi tidur dalam waktu yang lama dan memakan makanan dalam jumlah yang banyak dan tidak mungkin hidup menantang ritme alam.<br />
d) Organ-organ dalam tubuh manusia dikontrol oleh syaraf autonomi. Pada<br />
siang hari adalah aktivitas utama dari syaraf simpatik dan pada waktu malam<br />
hanya syaraf para-simpatik yang berfungsi. Jika aturan ini terganggu dan<br />
diputarbalikkan, maka akan menghadapi semua jenis penyakit.</p>
<p>3. Tensi naik mengakibatkan emosi.<br />
a) Tekanan sosial.<br />
b) Tekanan mental atau yang berkaitan dengan pekerjaan.<br />
c) Untuk orang menderita tekanan mental, kemungkinan bisa mengakibatkan kematian. Ini adalah sindrom fungsi korteks adrenalin tidak sempurna.</p>
<p>4. Tekanan pisik.<br />
a) Sebelum operasi, perlu memeriksa apakah korteks ginjal berfungsi secara<br />
normal. Jika korteks adrenalin bocor atau tekanan yang diakibatkan oleh<br />
operasi melebihi kemampuan korteks adrenalin maka akan mengakibatkan<br />
kematian atau dampak yang berlawanan.<br />
b) Jika muka pasien gembung, perlu menanyakan secara rinci kepada pasien<br />
riwayat penyakitnya dan status pengobatannya. Untuk pasien yang dalam<br />
pengobatan hormon korteks adrenalin, perawatan ekstra perlu diperhatikan<br />
ketika menjalani perawatan akupungtur.<br />
c) Menghidari tekanan oleh karena terlalu capek bekerja atau berolahraga,<br />
atau pun bermain judi dan menyetir sepanjang malam, dll.</p>
<p>Lampiran: Bahan makanan yang ber pH asam/basa<br />
1. Makanan yang ber pH asam tinggi: kuning telur, keju, roti manis, telur<br />
ikan, minyak ikan, dll.<br />
2. Makanan yang ber pH asam sedang: daging (paha) babi yang diasinkan (ham),<br />
daging babi yang diasin dan diku kus (bacon), daging ayam, ikan cumi-cumi,<br />
daging babi, belut, daging sapi, roti, gandum, mentiga, daging kuda.<br />
3. Makanan yang ber pH asam rendah: nasi putih, kacang, bir, alkohol, tahu goreng, rumput laut, remis besar (kerang), ikan gurita, ikan janggut, dll<br />
4. Makanan yang ber pH basa rendah: kacang merah, lobak, apel, sayur kubis<br />
atau kol, bawang, tahu, dll.<br />
5. Makanan yang ber pH basa sedang: lobak kering, kacang kedele, wartel,<br />
tomat, pisang, jeruk, labu, buah delima, putih telur, prem kering, jeruk<br />
limun,bayam, etc<br />
6. Makanan yang ber pH basa tinggi: buah anggur, daun teh, minuman anggur,<br />
taoge laut, ganggang laut, dll. Khususnya jenis ganggang hijau mengandung<br />
banyak zat hijau daun (chlorophyl) sebagai makanan kesehatan yang sangat<br />
baik dan ber pH basa tinggi. Jangan terlalu banyak minum teh tetapi<br />
sebaiknya minumlah teh pada pagi hari.</p>
<p>Adalah menjadi berkat bagi Anda jika menyampaikan atau mengirimkan artikel<br />
ini kepada teman-teman, pamili, sanak saudara dan siapa saja. Terima kasih</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditcenter.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditcenter.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditcenter.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditcenter.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditcenter.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditcenter.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditcenter.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditcenter.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditcenter.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditcenter.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=369&subd=aditcenter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/25/cancer-penyegahan-dan-pengobatannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d75a7e2982ad001f8633760d9741f66?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditcenter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAMPANYE DAMAI&#8230;(MIMPI MUNGKIN)</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/16/kampanye-damaimimpi-mungkin/</link>
		<comments>http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/16/kampanye-damaimimpi-mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 15:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[PEMILU PRESIDEN 2009]]></category>
		<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Korup]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Visi misi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditcenter.wordpress.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Satu hari sudah&#8230;Genderang &#8220;peperangan&#8221; mulai ditabuh. Perang? ya perang.. Siapa yang perang? yang jelas bukan Amerika, bukan juga Afganistan. yang berperang kali ini adalah para Caleg (Calon Legislatif) yang ingin mendapatkan &#8220;jatah&#8221; berupa &#8220;kursi&#8221; yang tersedia didalam ruangan yang serba nyaman, sejuk, bersih, dan mewah&#8230;..
Siapa yang berperang sebenarnya?
Jika pertanyaan diatas dilontarkan kepada para Caleg, tentunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=366&subd=aditcenter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_367" class="wp-caption alignnone" style="width: 308px"><img class="size-full wp-image-367" title="1041434p" src="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/03/1041434p.jpg?w=298&#038;h=224" alt="Kampanye &quot;Anti&quot; Damai" width="298" height="224" /><p class="wp-caption-text">Kampanye &quot;Anti&quot; Damai</p></div>
<p>Satu hari sudah&#8230;Genderang &#8220;peperangan&#8221; mulai ditabuh. Perang? ya perang.. Siapa yang perang? yang jelas bukan Amerika, bukan juga Afganistan. yang berperang kali ini adalah para Caleg (Calon Legislatif) yang ingin mendapatkan &#8220;jatah&#8221; berupa &#8220;kursi&#8221; yang tersedia didalam ruangan yang serba nyaman, sejuk, bersih, dan mewah&#8230;..<span id="more-366"></span></p>
<p><strong>Siapa yang berperang sebenarnya?</strong></p>
<p>Jika pertanyaan diatas dilontarkan kepada para Caleg, tentunya mereka akan menjawab &#8220;Saya..Saya akan berperang melawan kemiskinan&#8221;, &#8220;Saya akan berperang melawan kebodohan&#8221;, &#8220;Saya akan berperang melawan ketidak adilan&#8221;, &#8220;Saya akan memerangi korupsi&#8221;. Kesimpulannya,yang berperang adalam mereka. Mereka yang mencalonkan/dicalonkan menjadi Legislatif. Kok seneng mereka perang ya? Ya mau bagaimana lagi, salah satu cara dan mungkin cara yang paling handal untuk memperoleh kemenangan adalah dengan jalan &#8220;Perang&#8221;.</p>
<p>Namun, disini timbul pertanyaan, apakah hanya mereka saja yang berperang? Saya yakin tidak. Para pemilih, terutama rakyat-rakyat miskin (atau rakyat yang sedang menderita &#8220;musuh&#8221; para Caleg tersebut) juga sedang berperang. nBerperang melawan apa? berperang melawan kebingungan. Bukan hanya kebingungan dalam memilih (karena yang ditawarkan kok kesannya baik semua ya??), namun juga bingung dalam melakukan pemilihan.</p>
<p>Kenapa bisa bingung? Ya..karena metode pemilihan kali ini berbeda dari pemilu2 sebelumnya. Kalau pemilu sebelumnya menggunakan istilah &#8220;Coblos&#8221; (Mak Blessss&#8230;) kalau pemilu kali ini menggunakan istilah &#8220;Contreng&#8221; (Mak Treenggg). Para pemilih nanti didominasi kalangan intelektual menengah kebawah. Saya yakin mereka akan bingung bagaimana caranya mencontreng. Seolah sudah jadi kebiasaan untuk mencoblos. namun kali ini berubah menjadi mencontreng. Bukankah merubah suatu kebiasaan itu tidak bisa instan ya??</p>
<p><strong>Visi Tidak Kreatif</strong></p>
<p>Jika anda membaca spanduk, Baliho, Poster, atau iklan di televisi yang intinya memaparkan visi-misi seorang calon, tampak sangat tidak kreatif sekali. Tidak kreatif  karena dari jaman Onta hingga jaman Toyota tetap2 saja. Memberantas kemiskinan, Mengurangi Kebodohan, Memerangi Korupsi. Walah..satandar lagi membosankan.</p>
<p>Belum lagi dalam deklarasi kampanye damai di Hall PRJ kemarin, memang kelihatannya berlangsung damai dan tanpa hambatan. Namun di Grass-Root parpol justru berkecamuk masalah &#8220;kedamaian&#8221; pemilu tadi. Masa&#8217; gara2 kampanye menggunakan Truk saja langsung bentrok (terjadi di kalimantan). Deklarasi tidak berjalan cukup lancar saya rasa.</p>
<p><strong>Visi yang Kontroversial, Ada yang Berani?</strong></p>
<p>Daripada menjanjikan yang muluk2 seperti yang diungkapkan diatas. Lebih baik menjanjikan sesuatu yang terdengar kontroversi dan mustahil untuk dilaksanakan. Misalnya :</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">1.) Akan melindungi hak para koruptor</span></p>
<p>Ingat bung. Koruptor juga manusia. jadi harus dihormati dong hak-haknya sebagai manusia. Kalau tidak dihormati haknya, namanya pelanggaran HAM. Betul?</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">2.) Tidak akan memberantas Kemiskinan</span></p>
<p>Yaahh..daripada capek-capek memberantas kemiskinan, kan lebih baik dibiarkan saja. Kemiskinan kan bukan tanggung jawab saya, itu tanggung jawab mereka. Siapa suruh jadi miskin?</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">3.) Memperbanyak angka kebodohan</span></p>
<p>Siapa bilang bodoh itu tidak enak? Justru dengan adanya kebodohan kita akan terus belajar. dengan Belajar kita akan menemukan jawaban. Jawaban itu untuk mencari kebenaran.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">4.) Tidak akan menegakkan Hukum</span></p>
<p>Buat apa hukum ditegakkan kalau masih banyak yang dilanggar. Mulai dari PP, UU, hingga UUD. Supremasi hukum seolah telah hilang. Daripada terus-terusan dicari, alangkah lebih baik kalau dibiarkan saja menghilang.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">5.) Mempermahal biaya pendidikan</span></p>
<p>Buat apa sih orang miskin sekolah? Toh mereka juga tidak khawatir dengan kondisinya. Mereka lebih senang hidup bodoh daripada harus sekolah. Ingat bung, sudah banyak SD-SD, dan SMP-SMP, bahkan SMA-SMA yang gratis. Namun apakah keinginan untuk bersekolah semakin meningkat? Tidak&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>tapi, saya yakin tidak ada yang berani memakai Visi diatas. Lha wong Calegnya saja sudah tidak ada yang berani, gimana mau membawa perubahan? Saya yakin Visi-Misi yang mereka bawa hanya Utopis belaka.</p>
<p>Allahu Alam</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditcenter.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditcenter.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditcenter.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditcenter.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditcenter.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditcenter.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditcenter.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditcenter.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditcenter.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditcenter.wordpress.com/366/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=366&subd=aditcenter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/16/kampanye-damaimimpi-mungkin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d75a7e2982ad001f8633760d9741f66?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditcenter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/03/1041434p.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1041434p</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BELAJAR DARI AIR</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/03/belajar-dari-air/</link>
		<comments>http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/03/belajar-dari-air/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 08:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[ESSAY]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[mengalir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/03/belajar-dari-air/</guid>
		<description><![CDATA[Siklus air adalah simbol kesabaran atas konsensus alam. Air tidak pernah mengeluh ketika dipanaskan ataupun didinginkan, bahkan dengan dua kondisi itu ia bisa memberikan manfaat bagi orang orang yang membutuhkannya, dan salah satu sifatnya adalah selalu mengikuti wadah yang ditempatinya.
Namun kandungan air itu sendiri tidak berubah yang menunjukkan keistiqomahan dan fleksibilitas air dalam beradaptasi. Seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=361&subd=aditcenter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Siklus air adalah simbol kesabaran atas konsensus alam. Air tidak pernah mengeluh ketika dipanaskan ataupun didinginkan, bahkan dengan dua kondisi itu ia bisa memberikan manfaat bagi orang orang yang membutuhkannya, dan salah satu sifatnya adalah selalu mengikuti wadah yang ditempatinya.</p>
<p>Namun kandungan air itu sendiri tidak berubah yang menunjukkan keistiqomahan dan fleksibilitas air dalam beradaptasi. Seperti itulah semestinya kita. Dimanapun berada kita harus selalu bisa menyesuaikan diri, beradaptasi dan tidak mudah mengeluh terhadap kondisi yang terjadi dan menimpa pada saat ini, bahkan lebih jauh lagi kita bisa mengisi lingkungan tersebut dengan nilai nilai kebaikan dan tetap memberikan konstribusi dalam keadaan apapun juga.Dan ketika kita berinteraksi di dalamnya, dituntut juga untuk selalu memegang identitas diri yang tidak akan berpengaruh dan bersekutu terhadap sesuatu keburukan. Bagaikan air yang tak akan bercampur dengan minyak dan hanya bercampur dengan bahan senyawanya.</p>
<p>Air juga tidak pernah bisa dibendung dan terbendung. Tertutup satu jalan di depan, ia akan berusaha mencari jalan lain dan terus mencari sampai jalan itu benar benar didapatinya. Air tidak pernah menyia-nyiakan lubang bocor di ember atau di bak sekecil apapun. Ia akan mengalir deras menuju kebebasan bergerak dan keberhasilan. Seperti air tidak seharusnya kita sebagai manusia menyerah pasrah dan putus asa, setiap kali membentur halangan dalam meraih cita cita.</p>
<p>Bagaikan air yang membuat batu berlubang ataupun yang mengikis karang, dengan butiran butiran kecil ataupun desiran buih yang serempak tapi terus menerus tanpa mengenal lelah ataupun berhenti sesaat selama masih terdapat aliran. Begitupun seharusnya kita yang tak kan pernah berhenti tuk selalu berusaha, sekeras apapun tantangan yang ada, jika kita lakukan dengan kesabaran yang tulus dan keikhlasan tentu akan memperoleh hasil. Dan usaha yang dilakukan terus menerus tak kenal henti hingga ajal menjelang.</p>
<p>Belajarlah dari sifat air dalam kehidupan kita, Karena hidup adalah bagaimana kita menulis dan memaknainya . Tapi memang Allah swt lah sang Maestronya. Berjuanglah karena itu kita hidup. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu, jadikan ikhlas sebagai niatmu, jadikan tawakal sebagai pengingatmu. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditcenter.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditcenter.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditcenter.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditcenter.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditcenter.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditcenter.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditcenter.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditcenter.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditcenter.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditcenter.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=361&subd=aditcenter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditcenter.wordpress.com/2009/03/03/belajar-dari-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d75a7e2982ad001f8633760d9741f66?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditcenter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PONARI, DUKUN TIDAK ILMIAH</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com/2009/02/15/ponari-dukun-tidak-ilmiah/</link>
		<comments>http://aditcenter.wordpress.com/2009/02/15/ponari-dukun-tidak-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 14:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[ESSAY]]></category>
		<category><![CDATA[RAUSYANFIKR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditcenter.wordpress.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[
Ponari, nama yang cukup unik kalau saya boleh katakan. Karena mengingatkan saya pada salah satu pemain sepak bola nasional Ponario Astaman (Agak maksa si..hehehe). Tiba-tiba saja bocah asal Jombang itu terkenal. Bukan karena punya kasus seperti Ryan (Jagal asal Jombang), juga bukan karena punya pemikiran hebat seperti Gus Dur. Tetapi, mendadak menjadi dukun cilik.
Kenapa Ponari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=357&subd=aditcenter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify">
<div id="attachment_358" class="wp-caption alignnone" style="width: 230px"><img class="size-full wp-image-358" title="imagephp" src="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/02/imagephp.jpg?w=220&#038;h=165" alt="Batu Ajaib (Katanya)" width="220" height="165" /><p class="wp-caption-text">Batu Ajaib (Katanya)</p></div>

<p style="margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify">Ponari, nama yang cukup unik kalau saya boleh katakan. Karena mengingatkan saya pada salah satu pemain sepak bola nasional Ponario Astaman (Agak maksa si..hehehe). Tiba-tiba saja bocah asal Jombang itu terkenal. Bukan karena punya kasus seperti Ryan (Jagal asal Jombang), juga bukan karena punya pemikiran hebat seperti Gus Dur. Tetapi, mendadak menjadi dukun cilik.<span id="more-357"></span></p>
<p style="margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify"><strong>Kenapa Ponari Terkenal?</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify">Mengapa Ponari bisa begitu terkenal? Karena konon dia dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bukan dengan teknologi mutakhir, bukan dengan ilmu farmasi, juga bukan dengan pengobatan alternatif, tetapi dengan menggunakan sebuah batu. Batu? Ya..batu. Dengan mencelupkan batu “ajaib” tersebut kedalam air, masyarakat percaya segala macam penyakit dapat terobati dengan meminum air tadi.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify">Masyarakat mempercayai kalau batu tercebut adalah titisan dewa petir (Walah..Lha kok mirip cerita rakyat), Ada juga yang mempercayai titipan dari Mbah Seno, entah siapa orang ini, konon dia adalah orang sakti (Tapi orang sakti kok namanya keren banget ya…), Lalu tak ketinggalan pula paranormal bangsa ini menyebut kalau batu itu berasal dari kekuatan mistis Gunung Bromo.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify">Kabupaten Jombang terkenal sebagai kota beriman. Bayak pondok pesantren terkenal di Kabupaten Jombang misalnya : Pondok pesantren Darul Ulum dan Pondok pesantren Tebu Ireng (Pengasuhnya Salahhudin Wahid), Kemudian juga sebagai pusat gerakan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Jombang juga melahirkan tokoh-tokoh kharismatik seperti : Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Salahuddin Wahid, Alm.Nurcholis Madjid, Emha Ainun Nadjib, Mantan Gubernur jatim Imam Utomo, dll. Ironis memang, melihat kondisi seperti itu. Kota dengan iklim religius yang amat kental, namun masih mempercayai hal-hal mistis yang tidak ilmiah dan menyesatkan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify"><strong>Definisi Ilmiah</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify">Kita sering berbicara “ilmiah”. Budaya ilmiah, berpikir ilmiah, bertindak ilmiah, tulisan ilmiah, dan sebaginya. Apa sebenarnya maksud dari kata ilmiah disini? Ilmiah berarti berdasarkan ke-ilmu-an. Sedangkan ilmu berati segala sesuatu yang kita pelajari. Sedangkan untuk mempelajari sesuatu, kita harus memiliki data dan literatur pendukung agar semakin menguatkan hipotesis kita.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Jadi segala sesuatu yang ilmiah berarti apa saja yang telah dipelajari dan didukung dengan literatur dan data untuk menguatkan hipotesa kita.</span><span lang="sv-SE"> Atau bisa juga dikatakan, ilmiah berarti berbuat berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan. Bukan asal berteori tanpa dasar dan tidak dapat diterima logika.</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Masyarakat kita pada umumnya pola pikirnya masih primitif. masih banyak yang mempercayai takhayul, dongeng, dan fiksi-fiksi konyol. Persis sama dengan jaman Pithecantropus Erectus, yang masih mempercayai benda-benda keramat. Dalam kasus ini misalnya, sudah terbukti kalau masyarakat yang dibesarkan dalam lingkungan religius yang cukup kental saja masih mempercayai hal-hal mistis. Apalagi dengan masyarakat di pelosok tanah air sana.</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>Metode Konyol </strong><br />
</span>
</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Yang membuat saya heran lagi adalah metode penyembuhanya. Hanya dengan memasukkan batu kedalam segelas/sebaskom/semangkuk air lalu langsung diminum. Tidak harus air minum, air comberan-pun tidak masalah. Hal ini sudah jelas-jelas melanggar pola hidup sehat dalam ilmu kedokteran. mana ada air comberan yang dapat menyembuhkan penyakit? Yang ada justru sebagai sarang penyakit.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Logikanya, segala zat cair yang sudah berkontak langsung dengan batu ”ajaib” milik Ponari dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Lalu saya sempat berpikir, Apa jadinya kalau yang digunakan bukan air, tetapi larutan Asam Sulfat pekat 98%? Apakah tetap dapat menyembuhkan? Jawabanya Jelas tidak&#8230;!! Kalau tidak percaya silahkan dicoba..!! Belilah Larutan Asam Sulfat pekat 98% ditoko Kimia lalu bawalah ketempat Ponari. lalu minumlah larutan Asam Sulfat tadi, saya jamin anda langsung mati ditempat&#8230; Hahahaha sungguh konyol</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditcenter.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditcenter.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditcenter.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditcenter.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditcenter.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditcenter.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditcenter.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditcenter.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditcenter.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditcenter.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=357&subd=aditcenter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditcenter.wordpress.com/2009/02/15/ponari-dukun-tidak-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d75a7e2982ad001f8633760d9741f66?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditcenter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/02/imagephp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imagephp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KRISIS KEPEMIMPINAN KAH?</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com/2009/02/08/krisis-kepemimpinan-kah/</link>
		<comments>http://aditcenter.wordpress.com/2009/02/08/krisis-kepemimpinan-kah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 14:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[ESSAY]]></category>
		<category><![CDATA[Demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditcenter.wordpress.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[
Seluruh media massa baikm cetak, maupun elektronik ramai-ramai memberitakan tewasnya ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat. Sungguh sangat memprihatinkan, karena tewasnya karena serangan jantung saat sedang didemo oleh ratusan mahasiswa. Tapi konon kabarnya, aksi tersebut tidak murni dari kalangan mahasiswa, namun ada juga unsur masyarakat. Nah yang jadi masalah adalah siapakah unsur masyarakat yg [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=353&subd=aditcenter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-355" title="demo" src="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/02/demo.jpg?w=300&#038;h=225" alt="demo" width="300" height="225" /></p>
<p>Seluruh media massa baikm cetak, maupun elektronik ramai-ramai memberitakan tewasnya ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat. Sungguh sangat memprihatinkan, karena tewasnya karena serangan jantung saat sedang didemo oleh ratusan mahasiswa. Tapi konon kabarnya, aksi tersebut tidak murni dari kalangan mahasiswa, namun ada juga unsur masyarakat. Nah yang jadi masalah adalah siapakah unsur masyarakat yg dimaksud? Jangan-jangan aksi tersebut telah ditunggangi?<span id="more-353"></span></p>
<p><strong>Peran Intelektual Muda</strong></p>
<p>Intelektual muda, mendengar istilah ini jadi ingat Mahasiswa. Konon katanya mahasiswa adalah kaum intelektual, konon katanya mahasiswa adalah Biang perubahan, konon, konon, dan konon&#8230;. Kira-kira seperti itulah ungkapan banyak masyarakat setelah melihat aksi  brutal yang dilakukan mahasiswa. Masyarakat langsung berpendapat kalau mahasiswa tukang bikin onar, masaiswa liar dan tidak bisa dikendalikan.</p>
<p>Efek dari peristiwa tersebut adalah semakin hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa. Jika pada akhir dekade 90-an, mahasiswa begitu disanjung dan dipuja, namun kini sepertinya harus menuai banyak hujatan. Walaupun tidak semua mahasiswa melakukannya.  Namun, keadaan berbicara lain. Kepercayaan masyarakat harus dibayar mahal dengan aksi anarkis tersedbut. Jika sudah tidak ada lagi yang dipercaya masyarakat, lalu mau percaya kepada siapa lagi mereka?</p>
<p>Apa sebenarnya peran mahasiswa sebagai kaum intelektual muda? Apa saja bisa dilakukan, asalkan tujuan akhirnya adalah <strong>mengontrol</strong> dinamisasi bangsa. <em> Key word</em> disini adalah mengontrol. Mengontrol bisa diartikan : memberi masukan, kritik, saran, atau yang lain, dengan tetap memegang teguh norma dan aturan yang berlaku.</p>
<p>Dalam kasus ini, nampak jelas sekali kalau mahasiswa sulit mengontrol emosinya. Memang yang diperjuangkan juga bukanlah masalah sepele (pembentukan propinsi Tapnuli Utara), namun bukan berarti kita mengindahkan aturan to?</p>
<p><strong>Krisis Pemimpin</strong></p>
<p>Berkaca dari peristiwa ini, Indonesia semakin menahbiskan dirinya menjadi negara yang krisis akan pemimpin. Pemimpin yang bisa dipercaya mengemban amanah. Contohnya saja proses pencopotan Kapolda dan Kapoltabes Medan oleh Kapolri. Disini semakin nampak kalau mencari kambing hitam sudah menjadi budaya. Dan sayangnya budaya itu tetap dilestarikan.</p>
<p>Saya jadi teringat pada akhir 2008 lalu, Menteri perhubungan Jepang Nariaki Nakayama mengundurkan diri. Hanya dikarenakan dia salah menjawab pertanyaan yang diajukan oleh wartawan. Nampak disini Budaya tanggung jawab sudah mengakar di urat nadi masyarakat Jepang. Saya sempat berpikir, kira-kira kapan ya, Indonesia punya pemikiran seperti ini?</p>
<p>Lalu, ada juga cerita yang sempat saya dengarkan dari pak Nanang salah seorang anggota KPK. Beliau bercerita, pada suatu malam beliau melewati sebuah hutan di Finlandia dengan Taksi. Begitu ada Traffic Light, sopir taksi itu langsung berhenti padahal tidak ada seorang-pun/kendaraan yang lewat. Lalu pak Nanang bertanya kepada sopir Taksi : &#8220;Kenapa berhenti?&#8221; lalu jawab sopir taksi : &#8220;Kalau saya terus jalan, berarti saya telah melanggar Hukum dinegara ini yang sudah dibuat ratusan tahun yang lalu.&#8221; Subhanallah.</p>
<p>Dari dua ilustrasi diatas, dapat disimpulkan kalau pemimpin saat ini adalah pemimpin yang harus berani bertanggung jawab dan mentaati aturan yang telah berlaku. Bukan bertindak Anarkis yang dapat menyebabkan orang lain merasa dirugikan. Betul?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditcenter.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditcenter.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditcenter.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditcenter.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditcenter.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditcenter.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditcenter.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditcenter.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditcenter.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditcenter.wordpress.com/353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=353&subd=aditcenter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditcenter.wordpress.com/2009/02/08/krisis-kepemimpinan-kah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d75a7e2982ad001f8633760d9741f66?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditcenter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/02/demo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">demo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Niatnya mau nulis, tapi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com/2009/02/05/niatnya-mau-nulis-tapi/</link>
		<comments>http://aditcenter.wordpress.com/2009/02/05/niatnya-mau-nulis-tapi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 16:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditcenter.wordpress.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara ada pertanyaan yang menyangkut perasaan&#8230;.Jadi sulit nulis&#8230;
Maaf Blogger yg sedang berkunjung&#8230;.
Lagi Disconnect sama otak nih&#8230;&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=350&subd=aditcenter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Gara-gara ada pertanyaan yang menyangkut perasaan&#8230;.Jadi sulit nulis&#8230;</p>
<p>Maaf Blogger yg sedang berkunjung&#8230;.</p>
<p>Lagi Disconnect sama otak nih&#8230;&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditcenter.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditcenter.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditcenter.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditcenter.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditcenter.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditcenter.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditcenter.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditcenter.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditcenter.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditcenter.wordpress.com/350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=350&subd=aditcenter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditcenter.wordpress.com/2009/02/05/niatnya-mau-nulis-tapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d75a7e2982ad001f8633760d9741f66?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditcenter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGADERAN SETENGAH TIANG</title>
		<link>http://aditcenter.wordpress.com/2009/01/22/pengaderas-setengah-tiang/</link>
		<comments>http://aditcenter.wordpress.com/2009/01/22/pengaderas-setengah-tiang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 05:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[kaderisasi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaderan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditcenter.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[
(sebuah Drama)
 
Apa yang ada dipikiran anda saat mendengar kata “pengaderan” (yang betul pengaderan, bukan pengkaderan)? Berikut ini adalah cuplikan/naskah drama antara dua anak manusia yang masih peduli dengan yang namanya PENGADERAN.
BABAK I
Definisi dan Tujuan Pengaderan
Aditya :”Assalamualaikum&#8230; Rahman..”
Rahman :”Alaikumsalam..Eh Adit, apa kabar Dit? Lagi sibuk apa sekarang? Sombong kamu ya, sekarang jarang nongol di kampus. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=342&subd=aditcenter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_344" class="wp-caption alignnone" style="width: 470px"><img class="size-full wp-image-344" title="pengaderan-setengah-tiang" src="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/01/pengaderan-setengah-tiang.jpg?w=460&#038;h=339" alt="Pengaderan Setengah Tiang" width="460" height="339" /><p class="wp-caption-text">Pengaderan Setengah Tiang</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;" lang="SV">(sebuah Drama)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Apa yang ada dipikiran anda saat mendengar kata “pengaderan” (yang betul <span style="text-decoration:underline;">pengaderan</span>, bukan <span style="text-decoration:underline;">pengkaderan</span>)? Berikut ini adalah cuplikan/naskah drama antara dua anak manusia yang masih peduli dengan yang namanya PENGADERAN.<span id="more-342"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">BABAK I</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Definisi dan Tujuan Pengaderan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Assalamualaikum&#8230; Rahman..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Alaikumsalam..Eh Adit, apa kabar Dit? Lagi sibuk apa sekarang? Sombong kamu ya, sekarang jarang <em>nongol</em> di kampus. Ngapain aja?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Hahahaha.Man..man..kamu itu kayak gak ngerti kesibukanku aja. Biasa, lagi mikirin pengaderan di kampus kita ini. Sekalian ngerjain bisnis sambilan. Hehehehe”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Apa? Pengaderan? Gak salah denger ni aku?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Iya..pengaderan. Kamu gak salah denger kok”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Emang menurutmu pengaderan itu apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Ooo..itu. Gini man. Pengaderan berasal dari kata dasar kader yang berarti generasi penerus atau calon pengganti. Jadi definisi pengaderan adalah suatu proses yang sistematis. Sekali lagi sistematis. Yang diberikan kepada seorang kader untuk menjadi generasi penerus kita.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Oo..gitu..Terus, tujuannya sendiri apa? Suatu proses yang sistematis kan pasti punya tujuan kan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Betul Man..Tujuannya adalah apalagi kalau bukan mendapatkan kader, disamping bisa juga disisipi pembentukan mental dan karakter.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Kalau gitu, pengaderan tergantung dari subjek yang melakukannya dong??”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Iya betul. Tergantung siapa yang melakukan prosesi itu. Kalau yang melakukan HMJ maka nantinya akan jadi kader milik HMJ. Kalau GAM juga akan jadi kader GAM. Nah kalau Rektorat&#8230;&#8230;.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Jadi kader Rektorat dong&#8230;” &lt;langsung menyahut&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya+Rahman :”Hahahahaahahahahaha&#8230;&#8230;&#8230;.!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">BABAK II</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Kondisi Kampus Kita</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Rahman<span> </span>:”Aku sendiri juga bingung nih Dit, sama kondisi kampus kita.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Aditya<span> </span>:”Emang bingung kenapa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Rahman<span> </span>:”Kaderisasi dikampus kita ini. Entahlah, ini salah siapa. Namun kalau aku amati dari tahun ke tahun, kaderisasi yang kita jalankan selama ini kok semakin mengalami degradasi ya..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Aditya<span> </span>:”Degradasi maksudnya gimana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Rahman<span> </span>:”Gini Dit. Ambil contoh saja PMT di jurusan. Saat kita masih Maba dulu PMT formatnya 4-2-2 plus camp. lalu tahun berikutnya direduksi menjadi 4-2 saja. Kemudian hanya 4 hari. Dan yang kemarin ini formatnya ½-½-1-1. Bayangin PMT hanya 3 hari bro&#8230;!!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Aditya<span> </span>:”Ya..ya..aku tahu itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Rahman<span> </span>:”Nah, ini kan jelas merubah alur kaderisasi yang sudah dibuat jauh hari sebelumnya. </span><span lang="SV">Akibatnya dengan adanya perubahan seperti itu, kaderisasi jadi tidak berjalan seperti yang diinginkan. Sehingga kader-kader nantinya tidak akan tumbuh seperti harapan. Tongkat estafet bisa berhenti kalau begini terus.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Betul Man. Namun, hendaknya kalau kita menyadari kondisinya seperti itu harus sudah dipersiapkan antisipasinya. Semacam Plan B gitu lah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Nah, itulah yang belum sempat terpikirkan. Terkadang kita terlalu serius menggodok prosesi kaderisasi yang ideal, namu lupa menyiapkan antisipasi kalau ada faktor X yang menghambat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Hmmm&#8230;.Jadi ingat IW”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”IW&#8230;betul, aku juga ingat IW 2008. Jaman kita dulu namanya masih BI (Bhakti ITS). namun yang jadi permasalahan disini bukanlah pergantian nama itu. Tapi kenapa IW kok ditiadakan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Bukan ditiadakan, tapi ditunda dalam jangka waktu yang tak ditentukan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Terserahlah apa namanya, namun pihak penyelenggara IW dinilai gagal dalam merencanakan IW.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Ya maklumlah..Lha wong penyelenggaranya bukan Event Organizer (EO). Kalau penyelenggaranya EO kan ada kesan IW nanti asal jadi aja. tanpa ada proses kaderisasi didalamnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Oo..jadi menurutmu penundaan itu dikarenakan apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Menyusun strategi baru. Jadi pihak penyelenggara menyadari akan adanya kekurangan dalam IW, sehingga dirasa perlu untuk<span> </span>melakukan konsolidasi lebih lanjut terkait kedepannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Tapi, bukankah dengan adanya penundaan itu, kita jadi kehilangan momentum?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Hehehe..menurutmu momentum itu apa sih?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Waktu yang tepat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Itu saja? Wah, kalau gitu terlalu sempit sudut pandangmu Bro&#8230;Momentum itu bukan sekedar waktu. tapi juga tujuan. Untuk mencapai tujuan, diperlukan waktu yang tepat. Ingat bro..menyatukan perbedaan itu tidak bisa dilakukan dalam waktu 3 hari.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Terus..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”IW hanya <em>tools</em> untuk membuat keintegralistikan di ITS. Bukan sebagai <span> </span>harapan. Kita jangan menaruh banyak pada IW. Percuma saja kalau IW berjalan dengan baik, namun siklus kaderisasi berhenti sampai disitu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Sepakat. Namun, sayang kalau IW ditiadakan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Ya..sayang sekali, makanya kita semua harus berusaha agar IW itu tetap ada. Kalau sampai ditiadakan, berarti kita telah kehilangan <em>Tools</em>. </span><span lang="FI">Analoginya, kita maju ke medan perang tapi senjata kita hilang. Memang masih ada kemungkinan kita menang tanpa senjata, namun akan lebih besar peluang menangnya kalau senjata ditangan kita lengkap.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Rahman<span> </span>:”<em>That’s right Brother&#8230;..!!! </em>Ngomongin peperangan aku jadi ingat game Age of Empire II, dimana disitu ada peperangan yang mengharuskan kita menewaskan raja musuh. Jadi, kita memimpin suatu kerajaan, namun raja tersebut jangan sampai tewas.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Aditya<span> </span>:”Hehehehe&#8230;ternyata game juga perlu naluri seorang pemimpin suatu organisasi ya!!! Dan mengharuskan kita tahu cara mengatur suatu organisasi”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Rahman<span> </span>:”Iya, betul. Di kampus kita ada juga <em>lho</em>, pelatihan yang khusus mendidik calon-calon pemimpin organisasi. LKMM-TM namanya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Aditya<span> </span>:”Gimana kabarnya TM?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Rahman<span> </span>:”Yah&#8230;sedikit mengalami penurunan dari segi kuantitas.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Aditya<span> </span>:”Apa sebabnya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Kurang tahu persis, bisa jadi para calon peserta sudah tidak lagi berminat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Bukankah TM itu juga masuk serangkaian proses kaderisasi?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Rahman<span> </span>:”Ya iyalah..dan kamu tahu sendiri kan gimana kondisi kaderisasi di kampus kita ini. Barusan kita omongin.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Aditya<span> </span>:”Aku <em>nggak</em> habis pikir, ada apa dengan mereka. Yang aku khawatirkan, kalau kaderisasi saja peminatnya sedikit, maka yang mau memikirkan kaderisasi juga akan sedikit. </span><span lang="FI">Nah kalau itu dibiarkan terus-menerus, jangan heran kalau kaderisasi dikampus kita ini mati.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Rahman<span> </span>:”<span style="text-decoration:underline;">Kalau misalnya itu terjadi. Terus, solusinya apa bro&#8230;&#8230;.?????</span>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Aditya<span> </span>:”Mungkin solusinyaaa&#8230;&#8230;&#8230;.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="FI">&lt;Aditya dan Rahman saling berpandangan, seolah mereka telah menemukan solusi yang sama&#8230;.&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">BABAK III</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">Solusinya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" alt="" hspace="12" width="336" height="125" align="left" /><!--[endif]--><span lang="FI">Aditya+Rahman : <strong>”BUBARKAN SAJA KM-ITS&#8230;!!!”</strong></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditcenter.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditcenter.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditcenter.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditcenter.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditcenter.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditcenter.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditcenter.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditcenter.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditcenter.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditcenter.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditcenter.wordpress.com&blog=3605548&post=342&subd=aditcenter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditcenter.wordpress.com/2009/01/22/pengaderas-setengah-tiang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d75a7e2982ad001f8633760d9741f66?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditcenter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aditcenter.files.wordpress.com/2009/01/pengaderan-setengah-tiang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pengaderan-setengah-tiang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>