30
Apr
08

PERGERAKAN MAHASISWA HARUS SELALU BERHEMBUS DALAM NAFAS KITA

Sebanyak hampir 220 juta jiwa penduduk Indonesia, dan diantara yang 220 juta tersebut hanya 40% sebagai pemuda. Pemuda adalah harapan Bangsa, ditangan merekalah terletak masa depan Bangsa. Sekarang, tinggal bagaimana para pemuda tersebut membawa masa depan Bangsa tersebut. Apakah akan dibawa menuju sumber cahaya yang cerah ? Apakah membiarkannya seperti api yang ada di Korek Api, yang lama-kelamaan akan mati? Atau bahkan menjerumuskannya seperti air yang meredam bara api ? Jawabannya ada pada diri kita sendiri. Apakah kita akan memilih opsi pertama? Kedua? Atau bahkan yang ketiga?

Dari 40% pemuda Indonesia, hanya 15% saja yang berstatus sebagai mahasiswa. Mahasiswa merupakan manusia-manusia pilihan negara yang akan melanjutkan tongkat Estafet perjuangan Bangsa. Meneruskan perjuangan bangsa bukanlah perkara mudah. Diperlukan orang-orang berani untuk melakukannya. Menjadi mahasiswa merupakan awal dari perjuangan, yang nantinya hasil cipta, rasa, dan karsa kita amatlah menentukan nasib bangsa kita tercinta.

Berbicara masalah Bangsa, Bangsa Indonesia saat ini sedang ditempa berbagai musibah. Kita sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya peduli akan nasib bangsa. Bermacam-macam ujian datang silih berganti. Mulai dari banyaknya bencana alam diberbagai daerah, konflik sosial yang disebabkan oleh SARA, hingga suasana Politik yang carut marut tidak menentu, apalagi dengan adanya PP 37 tahun 2006 yang sungguh mendzalimi rakyat kecil. Dan menaikkan dana rapelan para anggota Dewan sungguh merupakan perbuatan Dzalim. Dimana saat semua kebutuhan hidup sedang naik, di lain pihak masih saja ada oknum-oknum yang masih sempat mengambil kesempatan.

Melihat kondisi bangsa seperti itu, apakah kita sebagai mahasiswa (yang katanya sebagai kaum intelektual ) masih tinggal diam? Tentunya kta tidak ingin jika kita sebagai mahasiswa dicap sebagai kaum apatis yang tidak mau peduli terhadap keadaan disekitar kita. Oleh karenanya, kita tidak boleh tinggal diam dalam menyikapi berbagai masalah tersebut. Diperlukan suatu tindakan konkrit untuk mewujudkannya. Tidak cukup sekedar wacana-wacana yang bisa dibaca, tidak cukup pula dengan sekedar aksi turun kejalan. Akan tetapi tindakan seperti berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial, melakukan advokasi kepada rakyat yang terdzalimi merupakan tindakan yang sangat dinantikan.

Melihat dari jumlahnya, mahasiswa merupakan sekelompok kecil (minoritas) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi, tugas dan tanggung jawabnya tidaklah seperti kuantitasnya. Tanggung jawabnya begitu besar, karena menyangkut masa depan bangsa. Bahkan tidak menutup kemungkinan, mahasiswa juga ikut andil dalam menyelenggarakan roda pemerintahan Negara. Salah seorang cendekiawan pernah mengatakan bahwa “Serapi-rapinya roda pemerintahan bergulir, para Mahasiswa akan tetap memperhatikan pergulirannya”. Apa artinya? Tentu, kita sebagai mahasiswa tidak boleh tinggal diam dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan.

Jika kita menengok sejarah, masih terekam jelas dalam memori kita tentang tragedi-tragedi heroik yang dipelopori oleh mahasiswa sebagai bentuk peran aktifnya dalam mengontrol pemerintahan. Mulai dari : Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, Tritura 1966, Tragedi Malari 1974, dan yang terakhir adalah Tragedi Semanggi 1998 adalah bukti nyatanya. Memang harus diakui bahwa untuk mengukir sejarah tidak selamanya harus melakukan tindakan-tindakan heroik tersebut. Sejarah tidak selamanya diciptakan, bisa jadi sejarah akan datang dengan sendirinya.

Jika kita amati, peristiwa-peristiwa heroik tersebut meletus akibat adanya kejanggalan-kejanggalan dalam pemerintahan. Kita ambil contoh tragedi Malari misalnya, disitu tampak jelas bahwa negara kita sangat bergantung pada eksport Jepang, jadi wajar jika para Mahasiswa berontak. Karena mereka berpikir bahwa negara Indonesia mampu menjalankan perekonomiannya secara mandiri. Tragedi Semanggi lebih jelas lagi penyebabnya, yaitu Rakyat beserta mahasiswa sudah bosan dengan pemerintahan Soeharto. Mereka bukan bosan karena tanpa alasan, rakyat dalam hal ini yang sangat menderita. Mereka dijadikan sebagai “Sapi perah” oleh elite-elite politik.

Efek yang dihasilkan dari pergerakan-pergerakan sebelumnya sungguh terasa. Pasca tragedi Semanggi misalnya, mahasiswa dan rakyat jadi lebih berani untuk mengungkapkan aspirasinya. Mereka berani karena tidak lagi dikekang dalam terali kehidupan. Perjuangan yang ikhlas dan berani, tentu akan menghasilkan sesuatu yang manis.

Memang pada kenyataanya, tidak semua mahasiswa peduli akan kondisi Negaranya. Bahkan tidak sedikit mereka yang seperti itu. Sok tidak peduli seolah-olah dijadikan ciri khasnya. Mungkin hal ini yang menyebabkan beredarnya paradigma negatif terhadap eksistensi mahasiswa dilingkungan masyarakat. Memang beredar wacana bahwa mahasiswa sekarang berbeda dengan mahasiswa dahulu. Perbedaanya terletak pada Apakah itu salah? Jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Dan pada akhirnya kita dapat menemukan titik temunya, bahwa pergerakan mahasiswa tidak bisa dipaksakan, karena menyangkut prinsip hidup tiap individu yang berbeda-beda. Diperlukan suatu niatan yang Ikhlas untuk menjalankannya. Dan Perubahan hanya bisa digagas oleh orang-orang yang cerdas, dilaksanakan oleh orang-orang yang berani, dan dimenangkan oleh orang-orang yang ikhlas.


0 Responses to “PERGERAKAN MAHASISWA HARUS SELALU BERHEMBUS DALAM NAFAS KITA”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

April 2008
S S R K J S M
    Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: