24
Mei
08

BBM Tidak Perlu Naik Kog….

Saudara-saudaraku, ada hal urgent yang perlu kita kritisi bersama disini. Yaitu tentang kenaikan harga BBM…
Sudah sepatutnya kita sebagai mahasiswa ikut campur tangan dalam permasalahan yang pelik ini.. Kenapa? Karena BBM merupakan kebutuhan hajat hidup orang banyak.

Betapa tidak, hampir setiap hari kita menggunakan BBM sebagai kebutuhan hidup ini.

Saking banyaknya kebutuhan itu, Indonesia mengkonsumsi minyak mentah sebanyak
n=1.300.000 Barrell/hari
1 Barrell=115 Liter
Harga 1 Barrel = 105 Dollar
Produksi Minyak Indonesia = 977.000 Barrel/hari
1 Tahun = 365 hari
Kekurangan Produksi Minyak =
37.145.000 Liter/Hari
Kekurangan selama satu tahun (Vmin)= 13.557.925.000 Liter
Biaya yang dibutuhkan untuk mengimport minyak selama setahun (Hmin)= Rp 123.789.250.000.000. Harga inilah yang nantinya harus dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia melalui APBN.

Apabila masyarakat ikut berpartisipasimembantu negara dengan cara membeli BBM dengan uang pribadi (Ya jelaslah,, masa’ kita pergi ke POM Bensin buat beli BBM ga mau bayar…???). Dengan asumsi harganya tetap (K) = Rp. 4500/Liter untuk Premium, maka ===

Harga Real = Hmin – ( Vmin x K )

Harga Real = Rp 123.789.250.000.000 – ( 13.557.925.000 Liter x Rp 4500/Liter ) [Satuannya sudah sama khan????]

Harga Real = Rp. 62.778.587.500.000 (62,778 Triliun)

Nahhhh….. dari manakah kita harus mencari uang sebesar itu untuk menutupi anggaran tersebut????

1.) CUKAI ROKOK

Pajak rokok di Indonesia termasuk yang paling rendah di muka bumi ini, hanya….. 30% dari harga eceran (di negara lain bisa 60%). Akibatnya adalah surga bagi perokok. Murah tenannnnn, bakar terusssss, termasuk bagi mereka yang mengaku miskin sekalipun.
Negara sangat bergantung pada cukai rokok, besarnya kurang lebih mencapai 27 triliun rupiah (Jika cukai rokok dinaikkan menjadi 60%, maka pendapatan negara dari cukai rokok sebesar 54 Triliun Rupiah). Wow jumlah yang memang sangat besar.

Cukai yang demikian besar itu didukung fakta bahwa…. sebagian besar pria di Indonesia adalah perokok. Mencapai 69% dari total populasi pria, termasuk mereka yang berusia di bawah 17 tahun. Belum lagi kalau ada Wanita yang juga Perokok (Inikan “katanya” jaman Emansipasi…Ehehehe)

Saya yakin, mungkin juga semuanya, termasuk Pak Presiden dan Bu Menkes memahami sepenuhnya bahwa rokok itu fatal bagi kesehatan, rokok itu mengandung dimensi eksternalitas yang tinggi, yang akibatnya tidak saja bagi si perokok tetapi juga bagi orang lain, lingkungan yang lebih luas. Jadi sangat wajar kalau Cukai ROKOK dinaikan…

2.) USUT TUNTAS KASUS BLBI

Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Kasus BLBI pertama kali mencuat ketika Badan Pemeriksa Keuangan mengungkapkan hasil auditnya pada Agustus 2000. Laporan itu menyebut adanya penyimpangan penyaluran dana BLBI Rp 138,4 triliun dari total dana senilai Rp 144,5 triliun. Di samping itu, disebutkan adanya penyelewengan penggunaan dana BLBI yang diterima 48 bank sebesar Rp 80,4 triliun.

Bekas Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono dianggap bertanggung jawab dalam pengucuran BLBI. Sebelumnya, mantan pejabat BI lainnya yang terlibat pengucuran BLBI:Hendrobudiyanto, Paul Sutopo, dan Heru Soepraptomo.
Yang jelas, hingga saat ini, dari 52 kasus BLBI, baru sekitar 25 kasus dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Sedangkan yang sudah dilimpahkan ke pengadilan hanya enam kasus.

Seperti kita ketahui bahwa kasus BLBI ini dihentikan penyelidikannya oleh Kejaksaan AGung… (Walaaaaaaaaaaaaaaahhh….!!!)

Perhitungan Ulang “Kebijakan harga BBM”:

Harga Real baru = Harga Real – (Cukai Rokok + Kasus BLBI)

Harga Real baru = Rp. 62.778.587.500.000 – ( 27.000.000.000.000 + 140.000.000.000.000)

Harga Real baru = – Rp. 104.221.412.500.000

Tampak bahwa harga BBM sebenarnya BISA TURUN, kalaupun tidak diturunkan, dana sebesar 104 Triliun akan sangat berguna untuk dunia pendidikan………………

Dari dua opsi diatas, sebenarnya kebijakan untuk menaikkan harga BBM dinilai terlalu terburu-buru. Entah ini salah siapa namun yang jelas peraturan di negara ini harus dipatuhi….. Atau mungkin Hawa-hawa Pemilu 2009 sudah mulai terasa? Dengan adanya tindakan saling mejatuhkan seperti ini??? ALLAH Bishshawaab….


0 Responses to “BBM Tidak Perlu Naik Kog….”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: