04
Jun
08

SEBENTAR…!!! FPI DIBUBARKAN…???

Sungguh memilukan kejadian yang terjadi di Silang Monas pada Minggu (1/6) lalu. Aksi yang awalnya berlangsung damai, malah berakhir ricuh dikarenakan adanya (mungkin) kesalah pahaman diantara kedua kubu yang berbeda aliran. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) memang kalau ditelusuk lebih dalam, sarat menimbulkan konflik antar keyakinan. Apalagi kalau menyangkut kebebasan berekspresi dan berpendapat.
Ada beberapa hal yang perlu diluruskan disini terkait konflik kesalah pahaman tersebut.
1. Definisi, Sebagai akar Permasalahan
Mungkin kita pernah berpikir bahwa, apa sih yang sebenarnya menyebabkan terjadinya konflik? atau apa sih pokok permasalahanini? Jawabnya adalah DEFINISI. Kebanyakan konflik, masalah, atau pertikaian terjadi disebabkan oleh ketidak jelasan definisi yang terkait. Misalnya : “ Ada perselisihan klasifikasi tentang Burung Onta dengan Unta (mirip iklan yang ada di tv). Yang satu mengklasifikasikan kalau Burung Onta itu Unggas sedangkan Unta bukan Unggas. Yang satunya lagi mengklasifikasikan kalau keduanya termasuk Unggas.” Perselisihan itu tidak akan terjadi jika mereka mengetahui DEFINISI atau arti dari UNGGAS itu sendiri.
Begitu pula dengan yang terjadi pada Minggu (1/6) di Silang Monas lalu. Perselisihan tidak akan terjadi kalau kedua pihak yang berselisih mengerti atau paham DEFINISI kata KEBEBASAN. Dalam singkatannya telah jelas disebutkan kalau AKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) merupakan gabungan dari beberapa elemen yang berbeda agama dan keyakinan yang menjunjung tinggi kebebasan dalam memilih. Dari sinilah mulai timbul masalah tentang KEBEBASAN itu sendiri. Kebebasan seperti apa yang dimaksud?
Apapun bentuknya, baik itu Kebebasan Berserikat, Kebebasan Berpendapat, ataupun Kebebasan memilih, harus mengetahui definisi dari kebebasan itu sendiri. Kebebasan bukan berarti Bebas sebebas bebasnya, melainkan kebebasan yang ada aturan untuk membatasinya. Lalu aturan apa yang membatasi kebebasan tersebut? Jawabnya adalah kebebasan orang lain.
Dalam tragedi (1/6) lalu, tampak bahwa FPI (Front Pembela Islam) sudah tidak memperhatikan Kebebasan orang lain. Terbukti dengan adanya serangan yang secara mendadak digencarkan kepada AKKBB. Namun, jika apa yang dilaporkan FPI tentang adanya penghinaan dengan mengatakan FPI dan Laskar Islam adalah Laskar Setan itu benar, maka tindakan yang dilakukan FPI dan Laskar Islam bisa dibenarkan. Jangankan FPI, saya yang beragama Muslim tentu saja Marah dan Terhina jika Saudara saudara saya difitnah dengan menyebut Laskar Setan.
Jadi dalam kasus ini, tindakan yang dilakukan FPI bisa dibenarkan (Jika terbukti apa yang dilaporkan FPI itu benar). Karena Pimpinan FPI Habib Riziq menyatakan : “Kita menjunjung tinggi kebebasan dalam memilih Agama dan Kepercayaan, namun jika hal itu digunakan untuk menistakan suatu agama maka hal itu tidak bisa dibenarkan.”
2. Tindakan yang Boleh dan yang Dilarang
Dalam kehidupan ini tentu ada hal yang diperbolehkan dan ada pula hal yang dilarang. Dalam kasus yang terjadi di Silang Monas kemarin pun sudah diatur dan ditetapkan dalam Al-Quran :
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.”

(QS Al Anfaal 15-16)
Dari kedua ayat tersebut telah jelas bahwa jika kita diserang oleh kaum kafir, maka kita diperintahkan untuk melawan. Dan kita tidak boleh mundur karena hal itu dimurkai oleh Allah. namun, tindakan yang dilakukan oleh FPI dalam tragedi Monas kemarin tidaklah seperti apa yang diperintahkan oleh Al-Quran. Betapa tidak, tindakan yang dilakukan mereka justru sangat brutal (saya melihat dari tayangan televisi). Tidak peduli siapapun yang ada didepan FPI langsung disikat habis, bahkan termasuk saudaranya sendiri yang sesama Muslim.
Hal ini jelas tidak bisa dibenarkan, karena tidak ada satu ayat pun yang memerintahkan kaum Muslimin memerangi saudaranya sendiri. Dan yang dimaksud dengan kata “diserang” dalam ayat ini adalah apabila kita yang secara jelas tidak mengusik dan mengganggu mereka namun kita diserang terlebih dahulu. Dan serangan itupun wajib dibalas jika yang menyereang kita adalah orang-orang kafir, bukan saudara kita sesama muslim.
Dalam kasus ini tindakan yang dilakukan oleh FPI tidak bisa sepenuhnya dibenarkan, namun juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Karena FPI diserang terlebih dahulu dengan umpatan umpatan (Jika tuduhan yang dilakukan FPI itu benar).
3. Akibat yang Tibul
Tindakan yang dilakukan oleh FPI menimbulkan gelombang amarah dari NU dan GP Anshor, yang jelas jelas merasa dirugikan atas tindakan FPI. Seperti yang diberitakan oleh beberapa media massa, ada sekitar 12 orang yang menjadi korban kebrutalan FPI, diantaranya adalah Direktur ICIP (International Centre for Islam and Pluralism) Syafii Anwar, Direktur The Wahid Institute Achmad Suaedi, dan pimpinan ponpes Al-Mizan KH. Maman Imanulhaq. Jadi sangat wajar jika warga NU langsung melakukan aksi balasan, karena sebagian besar korban berasal dari kalangan NU. Siapa sih yang tidak marah jika Imam atau Pimpinannya dilukai?
Yang patut disesalkan adalah, adanya warga NU yang menyatakan PERANG melawan FPI…!!. Tidak mau ketinggalan, Pimpinan FPI Habib Riziqpun ikut menghina Abdulrahman Wahid dengan menyebut “Gus Dur buta mata dan buta hati…” (Kutipan ini saya ambil dari salah satu stasiun televisi swasta). Astghfirullah…!!!
Saudara saudaraku yang sedang bertikai, perlu anda ketahui bahwasanya HARAM hukumnya menumpahkan darah sesama Muslim. Dengan menyatakan PERANG terhadap FPI, apakah warga NU dipersalahkan? Jawabnya TIDAK…!!!
Ada asap pasti ada api, jika ada pernyataan seperti itu yang keluar dari NU, maka bukan berarti secara serta merta NU dipersalahkan. Justru oknum yang menyebabkan adanya ”api” itulah yang patut dipersalahkan. Dan oknum tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah FPI (Front Pembela Islam)
Jadi, dalam hal ini tindakan yang dilakukan oleh FPI tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun…!!!


2 Responses to “SEBENTAR…!!! FPI DIBUBARKAN…???”


  1. 1 adnan
    4 Juni 2008 pukul 6:01 pm

    perang saudara atau adu domba namanya
    mudah sekali dipecah-belah, makannya berhati-hatilah milih teman.

  2. 2 aditcenter
    5 Juni 2008 pukul 12:52 pm

    Betul bung Adnan….!!!

    Memilih teman harus hati-hati, sama seperti kita memilih jodoh…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: