05
Jun
08

3 ”HAMBATAN” PEMBUBARAN FPI….

Akhir akhir ini banyak sekali tuntutan Masyarakat untuk segera membubarkan FPI ( Front Pembela Islam). Mungkin HASRAT mereka untuk segera membubarkan FPI sama ketika era Reformasi lalu untuk membubarkan Golkar. Memang timbul pro dan kontera terkait hal tersebut. Tetapi yang jelas, untuk membubarkan Organisasi Masyarakat sekelas FPI ibaratnya bagaikan membalik telapak kaki Gajah. Sangat sulit dan terlalu berat.

Tetapi harus diakui, itulah tipikal masyarakat indonesia dalam menyikapi berbagai kasus yang ada. Kebanyakan dari mereka terlalu terburu-buru dalam mengambil tindakan, atau bahasa kerennya tidak menggunakan kepala dingin. Mungkin ini yang digunakan oleh pemikir barat dalam menganalogikan Otak orang Indonesia dengan Otak orang Jepang.(saya kira anda sudah tau mana yang lebih mahal). Hal itulah yang menyebabkan timbulnya masalah yang berlarut larut, belum selesai masalah yang satu timbul lagi masalah yang lain.

Tulisan ini mencoba memaparkan kondisi yang ada secara ril. Artinya memberikan gambaran apa saja yang sebenarnya dihadapi, terkait tuntutan pembubaran FPI. Saya bukan orang yang pro ataupun orang yang kontra terhadap FPI. Namun yang pasti, kita semua sepakat kalau hukum diciptakan untuk ditaati, bukan untuk dilanggar. Ada beberapa alasan yang dapat “mengganjal” dalam proses pembubaran FPI. Diantaranya:

1. FPI dilindungi Undang Undang

Sebagai Organisasi Masyarakat, FPI tentu punya badan hukum yang memanyungi. Dalam [UU no 8 tahun 1985] dijelaskan bahwa apabila organisasi masyarakat melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, menerima bantuan asing tanpa persetujuan, memberi bantuan asing yang merugikan negara. Hukumannya adalah DIBEKUKAN bukan DIBUBARKAN.

Dan saya yakin kita semua sepakat kalau Hukum yang sudah ditetapkan harus dijalankan. Jadi dalam kasus kerusuhan monas (1/6) kemarin, FPI selayaknya DIBEKUKAN. Begitu pula dengan kader kader FPI yang telah melakukan tindak kekerasan hendaknya HARUS dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

2. FPI sebagai Tool untuk Menyaring Kebudayaan yang Masuk ke Indonesia

Mungkin terdengar KLISE, namun memang seperti ini yang terjadi selama. Harus diakui budaya barat yang masuk ke Indonesia seperti air hujan yang turun ke Laut, bebas tanpa ada penghalang ataupun penyaring. Jika kita biarkan ini terjadi terus menerus, maka bukan tidak mungkin Indonesia yang negara kaya Budaya ini akan tergerus dalam jurang Hegemoni barat.

Jika anda pernah menonton Film “The Last Samurai”, maka kondisi budaya Indonesia akan seperti Samurai yang diceritakan. Lama kelamaan akan hilang seiring masuknya pengaruh Barat. Dan hal itu yang harus diperjuangkan agar Budaya barat tidak mengikis budaya asli setempat. Dan selama ini mungkin hanya FPI yang berani dengan tegas menolak hal hal yang berbau “merusak” budaya.

Bunkti konkretnya adalah saat FPI menyerang markas Majalah Playboy…!!! Pemerintah, yang saat itu menggodok [RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi] mengalami jalan buntu. Banyak kalangan yang menolak RUU tersebut dengan alasan : “Sulit membedakan mana yang pornografi dan mana yang seni”. Walaupun saya orang yang awam terhadap seni, namun saya sepakat kalau Seni itu bukan Pornografi.

Lalu, pertanyaannya pernahkah FPI menyerang lembaga lembaga kesenian seperti DKJ, FSS, Forum Lingkar Penaatau sebagainnya? jawabnya TIDAK pernah…!!! Inilah hebatnya FPI…!!! Mereka mampu menjalankan RUU-APP yang belum disahkan tanpa melanggar Seni dan Budaya yang ada…!!! Pemerintah, DPR, dan lembaga terkait sudah seharusnya mempertimbangkan hal ini. Tidak semua hal “kekerasan” yang dilakukan FPI itu berakibat buruk.

3. Persatuan dan Kesetiaan FPI dalam Menjalankan Tugasnya

FPI boleh dikatakan radikal, namun sistem pemerintahan yang ada dalam tubuh FPI saya rasa juga tidak ada salahnya untuk diteladani. Bukan kekerasannya yang diteladani, namun sekali lagi SISTEMnya…!!!

FPI merupakan organisasi yang menggunakan sistem satu komando. Dalam arti bila sang Komandan memerintahkan “A” dan itu dianggap baik oleh anggotanya, maka seluruh anggotanya akan dengan ikhlas untuk menjalankannya. Dalam hal ini tinggal tergantung Komandannya saja, apakah dia orang yang bijaksana atau orang Gila.

Dari sisi keislaman, FPI masih dapat membuktikan kalau umat Islam di Indonesia itu beragam, ada yang lembek ada pula yang radikal (misal:FPI,JI). Hal ini membuktikan kalau Islam itu Rahmatan lil Alamiin. Semua aliran dapat disatukan atas nama ISLAM. Namun yang tidak saya setujui adalah radikalisme yang melanggar Kebebasan orang lain seperti apa yang dilakukan FPI Minggu kemarin…..


2 Responses to “3 ”HAMBATAN” PEMBUBARAN FPI….”


  1. 8 Juni 2008 pukul 6:12 pm

    FPI sebenarnya tujuannya baik, tapi caranya radikal dan ekstrim itu yang sebaiknya dihindari.

  2. 2 sank pencerah
    24 April 2011 pukul 10:51 pm

    FPI = FRONT PEMBELA IBLIS. Saya seorang muslim yang mengharamkan memakan daging Habib Rizieq kalau dia mati, karena dagingnya lebih haram dari Babi (kelakuannya lebih kotor dari sekor babi). Usir Onta itu kembali ke Arab lagi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: