09
Jun
08

MISI MENCARI TUHAN

Kemarin (8/6) saya membaca disalah satu surat kabar yang menuliskan artikel “Mencari TUHAN di Lapangan” oleh M. Noor seorang sastrawan dari Jogja. Begitu membaca diawal paragrap, saya langsung berpikir “benar juga apa yang dituliskan” yaitu : Apabila kesebelasan Manchester United melawan Tuhan, belum tentu Tuhan yang menang. Karena jika kita telah mengeluarkan statement berupa “kemenangan untuk Tuhan” berarti kita telah mendahului takdir yang ditetapkan Tuhan, karena bisa jadi Tuhan akan mengalah dan memberikan kemenangan untuk Manchester United.

Oke…itu berdasarkan pandangan M. Noor terkait eksistensi Tuhan. Teman saya lain lagi, dia teman sekampus saya. Orangnya beraliran Hardcore (katanya sih begitu) yang penampilannya juga mencerminkan anak Hardcore. Dia sempat mengatakan kepada saya bahwa Manusia itu sebenarnya “HAMPIR MENYAMAI TUHAN“. Saya tidak kaget (memang saya sering sekali mendengar kata2 aneh tentang Eksistensi Ketuhanan). Kemudian saya tanyakan kepada dia maksud dari perkataannya tadi apa. Dia menjawab “kalau TUHAN MAHA TAU, kalau MANUSIA SOK TAU.” Dia mengambil persamaan kata tahu. Jadi dia menyimpulkan kalau Manusia yang Sok Tahu itu sudah mendahului Takdir TUHAN.

Lalu, timbul pertanyaan sebenarnya TUHAN itu dimana????

Ada yang mengatakan kalau Tuhan itu ada dimana-mana. Saya tidak mengatakan statemen itu benar atau salah, namun saya berpikir. Kalau Tuhan ada dimana-mana, berarti saat kita (maaf) BERAK-pun Tuhan ada disebelah kita, saat kita (maaf lagi)SENGGAMA TUHAN ada didepan kita. Ini berarti sudah Menistakan TUHAN. Betapa tidak, Tuhan yang diAgungkan kok malah ditempatkan diposisi yang Hina? ini juga menandakan kalau kita bisa saja lebih tinggi derajatnya dibandingkan Tuhan.

Lalu ada juga yang mengatakan Tuhan itu ada dilangit ketujuh. Sekali lagi saya tidak mengatakan statemen itu benar atau salah. Namun saya berpikir, kenapa kok Tuhan harus ada dilangit ketujuh? kenapa kok tidak di langit ke-∞ (tak hingga)?. Kalau Tuhan berada dilangit ketujuh, maka dimensi Ketuhanan yang tanpa batas, bisa dipersempit. Dahulu, orang masih percaya kalau bumi itu datar, dengan perkembangan Teknologi teori itu bisa dibantahkan dan memberikan suatu kebenaran kalau bumi itu bulat. Nah, dengan kemajuan teknologi pula, mungkin saja beberapa tahun kedepan, orang bisa pergi kelangit ketujuh. Dan kalau orang bisa pergi kelangit ketujuh, maka bisa bertemu Tuhan donk?

Well, perdebatan ini jika diteruskan tidak akan habis. Karena apa? karena kemampuan kita yang terbatas, akan ada saling mempertahankan statemennya masing-masing. Namun terlepas dari itu semua saya dapat menarik sebuah benang merah tentang keberadaan Tuhan. Keberadaan Tuhan tidak dapat kita saksikan, namun dapat kita rasakan.

EURO 2008 yang sedang ramai digelar, banyak negara peserta EURO 2008 yang memiliki pemain Atheis (alias tidak beragama). Misalnya Rumania, negara yang mayoritas penduduknya Komunis, namun saat ini Rumania berada di grup C yang disebut sebut sebagai Grup Neraka. Namun, seandainya yang terjadi seperti ini : (Rumania dan Itali sama2 mengoleksi 3 poin dari dua kali pertandingan dengan selisih gol yang sama, dan pada pertandingan terakhir kedua tim harus bermain dan hasil akhirnya imbang 2-2) Jika Perancis ada diurutan pertama kelasemen, dan elanda berada diposisi buncit, maka penentuan yang berhak lolos adalah melalui drama adu penalti. Jika benar terjadi adu Penalti, maka Publik Rumania pasti sepakat akan mengatakan: “Tinggalkan dulu KOMUNIS kita, kita perlu pertolongan TAKDIR.” Negeri Komunis kok kenal Takdir? Karena mereka bisa merasakan kehadiran TUHAN dilapangan, sama seperti apa yang dikatakan oleh M. Noor dalam artikelnya.

Selain dilapangan, jika anda pernah pergi ke kolong2 jembatan, disana akan tampak para Gelandangan yang sedang bertiduran. Pernahkah anda berpikir siapa yang memberi mereka makan? memang mustahil dengan pendapatan yang amat pas2an, mereka dapat membeli makan. Apalagi dengan kenaikan harga BBM, niscaya harga bahan pokok juga akan naik. Kenapa mereka masih bisa hidup? karena mereka mampu merasakan bahwa Tuhan ada didekat mereka. Mereka masih percaya dengan keajaiban da karunia dari Tuhan.

memang tulisan ini tidak begitu memberi anda jawaban tentang dimana Tuhan itu berada, namun paling tidak, dapat memberi pencerahan.


1 Response to “MISI MENCARI TUHAN”


  1. 10 Juni 2008 pukul 4:57 pm

    wah wah mas adit, kalo saya mah nyari tuhan di Google aja.. hehehe
    http://its.ac.id/berita.php?nomer=4701


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: