27
Jun
08

KEJUJURAN TANPA SYARAT

Saat saya Study Excursion ke Jakarta-Cilegon, saya sempat membaca buku karangan Dr. Ir. Hidajat Nataatrmaja. Dalam pembukaannya. beliau menyebutkan bahwa Ilmu Pengetahuan Islam adalah ilmu pengetahuan yang memiliki landasan aksiomatika yang sesuai dengan dan diturunkan dari ajaran Islam dan ajaran Al-Quran.

Dapat dibektikan bahwa Ilmu pengetahuan yang didasarkan pada landasan aksiomatika yang sekarang berlaku, mustahil memiliki kebenaran universal, melainkan sekedar kebetulan, atau kebenaran parsial-kondisional.

Ilmu pengetahuan Islam di bidang sosial seharusnya berporos pada ilmu humanika Islam, yang mengandung prinsip-prinsip dasar yang menjadi inti dari segala keilmuan sosial. Ternyata ilmu humanika ini memiliki bentuk analog dengan ilmu mekanika Newton, sehingga bisa disebut landasan Newtonian dalam ilmu-ilmu sosial.

Ilmu Humanika ini mengandung azas-azas berikut :

  1. Model manusia seutuhnya
  2. Teori Etika
  3. Teori kesadaran
  4. Teori kreatifitas
  5. Teori kebahagiaan kreatif
  6. Prinsip keunikan sistem kedirian
  7. Prinsip hierarki sistem kedirian

Teori kesadaran ini merupakan langkah maju dari karsa yang dirintis oleh Sigmung Freud dan Karl Marx. Teori kesadaran mampu mengakomodasikan berbagai tingkat kognitif, yakni tingkat amarah, lawwamah mutmainnah. dengan teori kesadaran ini kita bisa memugar secara mendasar teori etika, merombak relativisme moral menjadi absolutisme moral dalam bentuk yang sama sekali baru. Demikian pula dengan ini kita bisa membaca apa yang berada di balik kesadaran ilmiah, dibalik doktrin-doktrin ilmiah yang dipandang sebagai prinsip dasar kebenaran ilmiah.

Pada prinsipnya, seluruhprinsip-prinsip dasar ilmiah harus diperbarui seperti :

  1. Hakekat kesembarangan dari aksioma yang pada prinsipnya tridak bisa diuji kebenarannya secara langsung
  2. Prinsip relativisme atau netralitas moral
  3. Prinsip pengamatan obyektif imparsial
  4. Azas empirisme dan Rasionalisme
  5. Prinsip ekivalen sistem referansi yang mendasari relativisme Einstein
  6. Azas konsistensi logika yang hanya diterapkan secara parsial disipliner, tidak secara holistik lintas disiplin.

Dengan perbaikan menyeluruh inilah baru kita bisa mengatakan bahwa agama dan ilmu adalah satu kesatuan. Dengan perbaikan inilah jiwa agamabisa kita hidupkan, sebagai pendorong, motivator, dan daya kreatif itu sendiri. Baru dengan cara berpikir inilah kita bisa berjuang menegakkan kembali kebesaran Islam, dan bukannya berpangku tangan menunggu hadiah dari langit, menunggu Mu’jizat yang telah dijanjikan. kita lupa bahwa Allah benar telah berjanji, tapi janji itu dengan Syarat……….


0 Responses to “KEJUJURAN TANPA SYARAT”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: