21
Jul
08

KEJANGGALAN PEMILU 2009 (Bag. III)

Salah seorang teman saya yang sekarang berkuliah di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) mulai cemas terhadap PEMILU 2009. terutama pemilihan Presiden langsung oleh rakyat. Dia mengkritisi tentang sistem pemilihan secara langsung, artinya siapa yang mendapat suara terbanyak dialah yang menang. tanpa peduli kapabilitasnya mumpuni atau tidak. Dia juga menyesalkan mengapa Indonesia bersistem DEMOKRASI. Dia juga membayangkan seandainya Indonesia menerapkan sistem pemerintahan OTORITER seperti yang pernah dilakukan Jerman, Jepang, dan Italia.

Tapi, pada dasarnya semua ideologi baik itu Demokratis, Sosialis, Kapitalis, Liberalis, dsb mempunyai kekurangan dan kelebihan sendiri-sendiri. Asalkan ideologi tersebut memegang teguh Kebijakan2 universal, aku yakin ideologi tersebut tetap dianut oleh pengikutnya.

APA ITU KEBIJAKAN UNIVERSAL

Kebijakan Universal adalah suatu kebijakan/kebaikan yang dapat diterima oleh khalayak umum.
Contoh = anda suka kejujuran? tentu iya kan… jika pertanyaan itu anda tanyakan ke orang lain tidak peduli itu Presiden,Dosen, politikus,Satpam, Tukang Becak, atau siapapun pasti jawabanya “suka akan kejujuran”. Jadi, Kejujuran adalah salah satu KEBIJAKAN UNIVERSAL.

OTORITER

Kalau ada yang sepakat dengan otorite, itu terserah dia. yang jelas gaya otoriter merupakan gaya tiranik yang mana setiap keputusan pemimpin adalah Mutlak benar. Aku yakin kog, orang yang setuju dengan gaya Otoriter akan terDzalimi Nuraninya. kenapa? karena setiap keputusan yang diambil pemimpin tidak selalu benar. hal ini tidak terlepas dari fitra manusia sebagai tempat kesalahan. Dan kalau kita sadar bahwa kesalahan itu telah terjadi, apakah kita tetap akan mematuhinya?

Biarlah HATI kita yang menjawab……………

DEMOKRASI

Kalau ditanya apa saya setuju dengan demokrasi? Jawabanya : Setuju, asalkan DEMOKRASI itu sendiri masih mengakui dan menerapkan kebijakan2 Universal seperti yang aku contohkan tadi.
Betul kalau Demokrasi itu terasa indah kalau didasari oleh Musyawarah Mufakat. Kalau misalnya ada yang bilang DEMOKRASI di Indonesia kurang Musyawarah/Mufakat, saya pikir pendapat itu tidak semuanya Benar.

Kebanyakan yang mereka RIBUTKAN masalah Voting……………? Tetapi harus diingat kalau Voting itu juga Musyawarah/Mufakat Bro………….
dalam sebuah forum misalnya, jika terjadi perdebatan maka ada langkah2 yang harus ditempuh, yaitu :
1.) Rembug, untuk mendapatkan jalan keluar.
2.) Lobiyying, atau bahasa kerennya Negosiasi. Ini dilakukan kalau Proses Rembug mengalami jalan buntu.
3.) Voting, atau pengambilan suara. Ini dilakukan kalau kedua cara diatas tidak dapat diselesaikan.

Voting bisa dilakukan kalau terjadi kesepakatan dalam forum untuk mengadakan Voting.
Aku cuplikkan sedikit percakapan yang biasa terjadi dalam forum……..
A = “Teman-teman, bulan depan kita akan menghadapi kepengurusan baru, tetapi masalahnya saat ini adalah siapa yang akan memimpin organisasi kita? Mungkin teman2 punya Rekomendasi untuk kita jadikan sebagai ketua organisasi kita?”
B = “Saya mengusulkan si-G, karena si-G orangnya Visioner dan cekatan.”
C = “Saya tidak sepakat dengan si-G, saya cenderung mencalonkan si-H karena dia Bijaksana dan Arif dalam mengambil keputusan”
D = “Saya tidak peduli dengan si-G dan si-H, saya lebih cenderung mempertahankan ketua kita yang lama, karena dia lebih berpengalaman.”
B = “Tapi, sudah saatnya sekarang organisasi kita dipimpion oleh orang yang baru, dan saya yakin si-G cocok untuk mengisinya”
C = “Kalau orang yang memimpin tidak Bijaksana, saya rasa percuma..!! Jadi saya lebih condong dengan si-H”
B = “Tidak……….!!! saya rasa si-G juga Bijaksana..!!”
C = “Tapi tidak sebijaksana si-H..!!”
B = “Ahhh… Siapa bilang???”
D = “Sudahlah daripada kalian ribut, kan lebih baik kita pakai ketua yang lama saja…!!!”
B&C = “Kamu jangan menambah masalah…!!!!”
A = “Baik…Cukup… Sudah cukup perdebatan kita tentang calon pemimpin organisasi ini. Kalau kita terus2an begini, kita tidak akan menemukan jalan keluar. Yang kita butuhkan saat ini adalah SOLUSI. bukan justru menambah masalah. memang saya sepakat dengan apa yang dikatakan oleh saudara B,C,daD. Namun jika kalian tidak ada yang mengalah, kapan kita akan menemukan solusi permasalahan ini. Yang perlu dicatat adalah, forum ini adalah forum Demokrasi, dimana selalu menjunjung tinggi musyawarah. Kalau musyawarah kita tidak mencapai kata mufakat, maka saya menawarkan adanya VOTING…..!!!! Bagaimana saudara2, Setuju…???????????
FORUM = “SETUJUUUUUUUUU…..!!!!”

Seperti itu tadi cuplikannya, VOTING terjadi karena Causalitas artinya ada penyebabnya, yaitu “TIDAK DITEMUKANNYA MUFAKAT”.
Dan diadakannya VOTING juga merupakan kesepakatan bersama to???
Coba bayangkan kalau VOTING divonis HARAM dalam DEMOKRASI? Pasti tidak akan ditemukan kata MUFAKAT.. yang ada hanya perdebatan kusir yang tiap individu selalu ingin mempertahankan pendapatnya tanpa mau mendengar pendapat orang lain..
Jadi hasil dari VOTING adalah hasil kesepakatan bersama juga……
Kalau sudah ada kesepakatan, maka wajib hukumnya bagi penjunjung DEMOKRASI untuk melaksanakan keputusan tersebut. Memang kita terkadang harus berjiwa besar untuk menerima hasil dari VOTING tersebut. Tapi, toh VOTING juga hasil kesepakan bersama juga kan….


0 Responses to “KEJANGGALAN PEMILU 2009 (Bag. III)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: