05
Agu
08

KEJANGGALAN PEMILU 2009 (Bag.IV)

Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara

Pernah dengar lirik lagu ini?
Dunia ini…..
Panggung sandiwara
Ceritanya mudah berubah
Ada peran wajah…
Dan ada peran berpura-pura…

Nampaknya lirik lagu diatas amat cocok untuk menggambarkan kondisi perpolitikan Indonesia, sesaat sebelum Pemilu 2009.

Panggung Sandiwara
Memang banyak masyarakat yang menyebutkan kalau politik itu kotor, politik itu pisau bermata dua, politik itu kejam, dsb. Pandangan tersebut bukannya tanpa alasan. Kita semua tahu bahwa saat ini gencar-gencarnya diberitakan (Selain pemberitaan pembunuhan Ryan) tentang pendaftaran Caleg yang akan dibawa oleh parpol. Dalam suatu parpol, ada yang mengusung nama tokoh senior, tokoh muda, anak pejabat, hingga artis ibu kota.
Bicara masalah artis, kita semua tahu sudah banyak tokoh dari kalangan artis yang saat ini sudah atau akan memegang jabatan strategis dalam pemerintahan. Misalnya : Dede Yusuf (Wagub Jabar), Rano Karno (Wabup Tangerang), Syaiful Jamil (Cawabup Serang), Primus Yustisio (Cawabup Subang), Gusti Randa (Cawali Padang/namun gagal).
Memang saat ini baru ada lima nama (setahu saya), namun hal ini jika terjadi secara terus menerus, maka akan terjadi sebuah eksodus. Eksodus para artis untuk dapat memegang jabatan pemerintahan. Coba anda bayangkan, apa jadinya jika setiap Kabupaten/Kota dan setiap Propinsi/Daerah Istimewa dipimpin oleh seorang artis?. Jawabannya seperti lirik lagu diatas, “Dunia ini panggung sandiwara”. Panggung sandiwara karena yang menjadi tokoh utama (baca:Bupati/Walikota/Gubernur) adalah orang yang pandai bersandiwara dilayar kaca.
Ceritanya Mudah Berubah

Maksudnya adalah, jika para Artis eksodus jadi pejabat, maka akan terjadi perubahan besar2an mengenai kebijakan yang akan mererka canangkan. kenapa bisa begitu? Ya jelas-lah, mereka masih belum mengerti tentang politik, bagaimana cara membuat kebijakan, dll. Saya yakin, ada diantara mereka yang masih belum mengerti tentang tata urutan perundang-undangan di Indonesia.

Waduh, kalau kebijakan saja mudah berubah, bagaimana dengan nasib rakyat nantinya? Kebijakan itu hendaknya dibuat dengan cara melihat kondisi real dilapangan. Apa yang diinginkan rakyat, ya itu yang diperjuangkan. namun terkadang kita terjebak dalam dikotomi antara kepentingan Rakyat dengan Aturan Birokrat. terlihat klise&complicated memang, namun dari sinilah diperlukan seorang pemimpin yang bisa mengayomi Rakyat dan juga Birokrat

Bisakah para artis melakukannya? Entahlah…!!! Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang (seperti katanya bang Ebit)

Ada Peran Wajah

Nah, ini yang sudah menjadi konsumsi publik kalau para artis maju dalam Pilkada/Pilgub hanya mengandalkan popularitasnya belaka. Harus diakui kalau mereka memiliki kelebihan dalam hal fisik (tampang). Dan mungkin mereka menggunakan kelebihan tersebut untuk menggaet massa. Memang pencitraan sangat dibutuhkan pada saat kampanye. Karena tidak semua dari total pemilih memiliki kecerdasan politik. Oleh karena itu, mereka akan melihat, siapa “sosok” calon pemimpin mereka.

Salah satu caranya adalah dengan melihat wajahnya(tampang). Bagi yang sudah dikenal publik, maka nilai plus buat calon. Karena masyarakat pasti akan memilih mereka yang sudah “terkenal”. Buat apa milih calon yang tidak terkenal? walaupun visi-misinya bagus.

Ya… itulah kondisi politik Indonesia, bukannya mencerdaskan masyarakat tentang politik, malah menjadikan Politik sebagai Panggung Sandiwara


5 Responses to “KEJANGGALAN PEMILU 2009 (Bag.IV)”


  1. 1 darmo_gandul
    6 Agustus 2008 pukul 7:21 pm

    Sepakat mas…..!!!!!

    Kalo masyarakat kita adalah masyarakat yang “melek” politik seperti yang terjadi di masyarakat negara maju kaya AS, saya gak keberatan artis maju. Namun jika melihat fakta yang terjadi masyarakat kita masih “buta” akan politik, yang mudah sekali dibuai oleh janji-janji kosong, saya yakin akan terjadi pembodohan politik besar-besaran. Hanya dengan bermodal popularitas dan tampang, artis-artis itu akan mudah sekali meraup suara. Sungguh suatu ironi tersendiri.

    Ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, untuk secara bersama-sama “membukakan mata” masyarakat untuk memilih pemimpin yang benar-benar memiliki integritas sebagai seorang pemimpin bukan hanya berdasarkan nilai poularitas dan tampang belaka.

  2. 2 darmo_gandul
    6 Agustus 2008 pukul 7:29 pm

    Sepakat mas…..!!!!!

    Kalo masyarakat kita adalah masyarakat yang “melek” politik seperti yang terjadi di masyarakat negara maju kaya AS, saya gak keberatan artis maju. Namun jika melihat fakta yang terjadi masyarakat kita masih “buta” akan politik, yang mudah sekali dibuai oleh janji-janji kosong, saya yakin akan terjadi pembodohan politik besar-besaran. Hanya dengan bermodal popularitas dan tampang, artis-artis itu akan mudah sekali meraup suara. Sungguh suatu ironi tersendiri.

    Ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, untuk secara bersama-sama “membukakan mata” masyarakat untuk memilih pemimpin yang benar-benar memiliki integritas sebagai seorang pemimpin bukan hanya berdasarkan nilai poularitas dan tampang belaka.

    oh ya postingan yang sampeyan janjikan cepet di posting ya mas.Heee

  3. 7 Agustus 2008 pukul 2:16 pm

    Karena saya ndak peduli soal Politik…jadi saya mending Penonton aja…😀

    Penonton Panggung Sandiwara? Boleh, Tapi jangan jadi penonton Pemilu dong….

  4. 7 Agustus 2008 pukul 5:46 pm

    Kalo orang nya ganteng, aku dukung mas hehe..:D
    Gak masalah sebenernya mau dia artis tetapi setidaknya punya background politik, jdi yg jdi inceran adalah kompetensinya dibidang politik bukan sekedar kemampuannya menyedot massa…
    Karena saya termasuk masyarakat, jadinya harus belajar mengerti politik ya… Senggaknya tau kehidupan yg seperti apa yg diinginkan bangsa ini dan kriteria pemimpin yg seperti apa sebenarnya yg dibutuhkan (untuk yg satu ini, kalo gak ati2, gampang terjebak ama promo kebijakan muluk2 )… Dengan begitu berkurang satu wrarga yg “buta politik” hehe, tul kan mas darmo gandul?…

    Background politik harus jelas lho mbak, bukan background politik dari Sinetron… Hehehhe

  5. 5 darmo_gandul
    8 Agustus 2008 pukul 7:26 pm

    Haaaa…….

    Sepakat mbak,kalo calonnya juga cantik dan “berotak dan bermoral” aku pilih mbak. Heeeee……

    Mas adit mulai rame nih, isunya OK banget…..!!!
    Haaaaa Haaaaa

    Thanks…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: