13
Agu
08

KEMERDEKAAN RI DAN SEJARAH(yang dilupakan)NYA

Berbicara tentang kemerdekaan Indonesia memang tidak ada habis-habisnya. Banyak mengundang pro dan kontra terkait konsepsi kemerdekaan Indonesia. Ada yang bilang Indonesia belum merdeka, kenapa? karena kemiskinan masih banyak di negara ini. Lalu ada juga yang mengatakan Indonesia sudah merdeka, buktinya? Indonesia adalah negara yang berdaulat. Negara berdaulat adalah negara yang bebas dari campur tangan negara lain.

Namun, disini saya tidak akan membahas apakah Indonesia sudah merdeka atau belum. Karena masalah itu terlalu sering dibicarakan, sehingga saya muak dengan perdebatan-perdebatan yang ada. yang lebih saya herankan adalah kenapa menjelang peringatan kemerdekaan, topik ini selalu muncul ke permukaan. Alangkah lebih baiknya jika kita memaknai hakekat dari kemerdekaan itu sendiri, bukan membuat debat kusir apakah Indonesia sudah merdeka atau belum.

Pernahkah kita berpikir tentang proses kemerdekaan Indonesia saat itu? Apakah ada sesuatu misteri didalamnya? Lalu mengapa kemerdekaan Indonesia diproklamirkan sesaat setelah terdengar berita kekalahan Jepang atas sekutu. Berikut ini adalah bentuk sistematika prosesnya.

Inputan

Dalam ilmu Teknik Kimia, yang namanya proses adalah dari inputan menuju ke sistem, lalu dari sistem menghasilkan keluaran. Sebagai inputan dalam hal ini adalah kondisi masyarakat Indonesia saat itu. Jepang menyerah kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Dan pada saat itu kondisi masyarakat Indonesia masih tidak tahu apa yang harus dilakukan sesaat Jepang menyerah kepada sekutu. Buktinya, golongan tua yang dikomandani Radjiman Widyodiningrat masih belum sepakat jika kemerdekaan dibacakan pada saat itu juga, namun Golongan muda yang dikomandani Syahrir mendesak agar harus dibacakan saat itu juga.

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Yang menjadi titik permasalahan adalah, pada saat itu masih belum ada titik kesepakatan antara golongan Tua dengan golongan muda. Untuk merubah “sejarah” tidak bisa dilakukan dengan adanya dikotomi yang makin mempersulit proses. Jadi, poin pertama yang dapat kita petik adalah, Inputan menjelang kemerdekaan Indonesia itu jelek.

Sistem

Sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Kaitannya dalam kemerdekaan Indonesia pada saat itu adalah “unsur-unsur” yang ada tidak saling mendukung, bahkan ada kecenderungan untuk memaksakan dan saling menjatuhkan. Buktinya : Saat PPKI memutuskan proklamasi dibacakan pada tanggal 24 Agustus 1945, banyak golongan yang tidak sepakat. Terutama golongan muda yang dikomandani Syahrir.

Lalu apa yang dilakukan golongan muda?? Menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Tidakan premanisme seperti itu sungguh aneh rasanya. Mengapa aneh? karena mereka menculik untuk segera merealisasikan sesuatu yang maha penting bagi kelangsungan Indonesia, yaitu kemerdekaan Indonesia.

Peta rengasdengklok

Peta rengasdengklok

Situasi semakin terasa aneh saat pembacaan text proklamasi. Saat pembacaan text proklamasi, berarti secara de jure Indonesia adalah negara yang merdeka. Namun suatu negara bisa dikatakan merdeka, harus memiliki seorang kepala negara atau pemerintahan yang sah. Nah pertanyaannya adalah, siapakah kepala negara Indonesia saat itu? Belum ada!!! Aneh bukan.

Kemudian,untuk membentuk negara yang berdaulat (setelah merdeka, tentu ingin jadi negara yang berdaulat), salah satu unsur yang harus dipenuhi adalah wilayah dan penduduk tetap. Lalu, apakah pada saat p[embacaan text kemerdekaan, Indonesia sudah memiliki wilayah yang tetap? Belum!!! Masih banyak terjadi pemberontakan-pemberontakan di daerah, terutama di luar Jawa seperti : Sumatera (Bahkan berita kemerdekaan baru sampai bulan Oktober 1945), Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua masih dikuasai oleh pemerintah Hindia-Belanda.

Jadi, kalau kita nisa menarik benang merah dari sistem ini, maka Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 cenderung dipaksakan. Sesuatu yang cenderung dipaksakan, tendensinya kearah sistem yang instan. Lalu, sesuatu yang instan pasti tidak akan bertahan lama. misalnya: Makanan instan. Artis instan, dll.

Outputan

Jika Input sudah dimasukkan kedalam sistem, lalu muncullah yang namanya Outputan. Outputan dalam proses kemerdekaan Indonesia tidak jauh beda dengan Inputannya. Secara logika, jika inputannya jelek, lalu sistemnya instan, maka kemungkinan besar outputannya juga jelek.

Agresi Militer Belanda melalui udara

Agresi Militer Belanda melalui udara

Buktinya, pada Juli 1947 Belanda masih sempat melancarkan Agresi Militernya ke Indonesia. Bahkan pada Desember 1948 Belanda berhasil melakukannya untuk yang kedua kalinya. Hal ini menunjukkan kalau ketahanan negara masih sangat rapuh. Presiden diasingkan, Jakarta dikuasai, Surabaya direbut. Belum lagi penyerahan Irian Barat yang sering tersendat, pemberontakan di Timor-Timur, aksi Kudeta Partai Komunis Indonesia, dan masih banyak lagi yang lain.

————————————————————————————–

Itulah tadi sepenggal sejarah yang sering terlupakan. Entah itu disengaja atau tidak, namun yang jelas sejarah pasti akan terulang. Seperti apa yang dikatakan bung Karno “Jas Merah, Jangan Melupakan Sejarah”

M E R D E K A A A A ! ! !


10 Responses to “KEMERDEKAAN RI DAN SEJARAH(yang dilupakan)NYA”


  1. 14 Agustus 2008 pukul 6:50 pm

    Analisa dan cara berpikir yg bagus🙂
    Klo kita cermati, memang pada saat kemerdekaan kita belum benar2 dalam kondisi yg pantas untuk menjadi negara. Namun pendeklarasian kemerdekaan adl daya ungkit yg tepat untuk menggerakkan segenap potensi bangsa yg masih tercerai berai untuk membentuk infrastruktur yg pantas sbg sebuah negara.

    Betul kang, kemerdekaan merupakan titik tumpu menggerakkan seluruh potensi, namun jika proses kemerdekaan cenderung instan, maka seperti inilah jadinya…

  2. 16 Agustus 2008 pukul 3:46 pm

    Klo orang keren bilang “Jangan tanya apa yg bisa negara berikan padamu namun tanya apa yg bisa kamu berikan untuk negaramu” ga sesuai dengan apa yg terjadi sekarang.
    Udah lebih dari banyak orang yg membanggakan Indonesia di mata dunia namun negara (pemerintah -red) tidak/belum memberikan timbal balik yang sesuai untuk rakyatnya.

    -Semoga peringatan kemerdekaan ini bisa semakin menumbuhkan tanggung jawab baik rakyat maupun pemerintah.

    Berhubung pemilu2009 segera datang, kemungkinan apa yang anda inginkan bisa diwujudkan

  3. 17 Agustus 2008 pukul 12:36 pm

    merdeka aja lah…………

    by the way, ‘kan tayangan TV seperti itu menjadi menu utama tontonan masyarakat kita. jadi, pilih mana? Indonesian Idol suka?

    Kalo ada yang nyanyinya bagus, saya pasti suka… Tapi kalo ada unsur judi didalamnya, saya jelas menolak… Jangankan FPI, tukang sayur aja pasti gak setuju sama yang namanya judi…. Betul??

  4. 18 Agustus 2008 pukul 3:10 pm

    salam kenal mas…..

    kunjungan balik yah…..

    Oke salam kenal juga….??? Sebentar lagi aku mau meluncur kesana….

  5. 19 Agustus 2008 pukul 10:01 pm

    merdeka! hehehe apa kabar bos adit. kemarin kulihat kamu di TPU ngagel. aku pas lewat.🙂

    Wah,kenapa gak mampir sekalian,, kita mengheningkan cipta bareng…

  6. 6 darmo_gandul
    20 Agustus 2008 pukul 7:17 pm

    merdeka….!!!!!!
    Apa benar ya…!!!!!

    Bener…Banyak sejarah yang disembunyikan….

  7. 7 adi
    27 September 2008 pukul 7:16 am

    17 agustus bukan sebagai HUT RI tetapi sebagai proklamasi kemerdekaan bangsa indonesia, maknanya yang merdeka adalah Bangsanya bukan negara, jika ingi merayakan HUT RI rayakan pada tanggal 18 agustus karena pada tanggal inilah RI baru ada dengan disahkannya UUD 45 pasal 1 ayat 1, ini memaknakan bahwa NKRI adalah bangsanya dulu lahir baru membentuk negara

    Hehehe..kalau saya tidak akan merayakan kemerderkaan Mas, kenapa?? karena Indonesia belum merdeka secara de Jure

  8. 8 kartika
    9 Mei 2009 pukul 3:10 pm

    saya setuju dengan adi.kalau merdeka itu bangsanya bukan negaranya.
    ——————————————————————
    Namun yang lebih baik adalah Rakyat yang merdeka

  9. 21 Juni 2009 pukul 6:23 pm

    sejarah indonesia itu aku lum paham betul….

    kakak bisa kasih tahu q q da tugas sejarah nich…
    ————————————————————————————–
    Tugasnya apa Dek?? Terus kalo kakak bisa bantu, nanti jawabannya dikirim kemana??

  10. 10 MBAHMOO
    11 September 2009 pukul 8:37 am

    KAYAKNYA SAYA LEBIH SETUJU JIKA NEGARA KITA INI DIPIMPIN OLEH ORANG YANG IDEALIS. BUKAN POLITIKUS. JADUL DENGAN SEKARANG MAH G ADA BEDANYA. RAKYAT KECIL SELALU TERTINDAS. DULU RAKYAT KECIL G BISA SEKOLAH. SEKARANGPUN RAKYAT KECIL JUGA G BISA SEKOLAH. DULU BANYAK ORANG KELAPARAN EMANG SEKARANG ENGGAK? DULU ADA KASTA2X EMANG SEKARANG KITA NGGAK MERASAKAN? LEBIH BAEK INDONESIA INI DISERAHIN KE PEMERINTAHAN CINA AJA DECH. ORANG KITA JUGA BELUM MAMPU KOK. KORUPSITOR DIBUNUH AJA. BERANI NGGAK?????? PASTI BANYAK YANG MUNDUR TERATUR


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: