08
Okt
08

HARUSKAH MEMINTA MAAF??

indahnya
Idul Fitri adalah suatu momen yang pas untuk bermaaf-maafan (kata orang sih seperti itu). Namun, bukankah bermaaf-maafan itu boleh dilakukan kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Memang karena adanya sugesti atau mungkin budaya kultural kita sudah mengikrarkan bahwa Idul Fitri adaklah saat yang pas bermaaf-maafan.

Berbicara masalah maaf memaafkan, saya jadi berpikir agak “SESAT”.

Jika kebanyakan orang memohon maaf, maka yang kita lakukan adalah hendaknya memberi maaf kepada orang tersebut. Bagaimana tidak? lha wong Tuhan aja Maha Pemaaf, masak kita tidak mau memaafkan. Tapi, itukan Tuhan. Saya berbeda dengan Tuhan (jelaslah, masak saya ini Tuhan). Tuhan maha Pemaaf, punya “julukan” Al-Ghafar. Julukan yang luar biasa sekali yang tidak akan ada tandingannya.

Apajadinya jika saya tidak memaafkan orang yang meminta maaf kepada saya? Mungkin kebanyakan orang akan berkata :

1. “Lho, kamu ini gimana sih, akukan sudah minta maaf, kamu juga harus memaafkan dong…!!!”

Hahaha..ini namanya tidak ikhlas. masak meminta maaf harus mendapatkan imbalan? walaupun imbalannya adalah dimaafkan. Namun bukankah jika kita memang benar2 tulus, maka tidak ada yang namanya “imbalan”. Saya jadi teringat film “Kiamat Sudah Dekat” yang diaktori dedi Mizwar, dimana beliau memberikan satu sayarat terakhir kepada Fandy sebelum diijinkan menyunting anaknya. ternyata syarat itu adalah IKHLAS. Wajarlah kalau sedikit sekali orang yang ikhlas. Dalam kasus meminta maaf, hendaknya harus didasari dengan rasa ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun.

2. “Nggak baik seperti itu, bisa memecah Persaudaraan nanti…!!!”

Bukankah yang memecah persaudaraan itu anda? Kalau anda yakin anda tidak membuat kesalahan, buat apa meminta maaf? Anda meminta maaf berarti anda mempunyai salah kepada saya kan? Nah, jika anda yang telah “men-Dzalimi” saya, bukankah anda sendiri yang memulai memecah persaudaraan. Aneh memang, anda yang memecah, tetapi saya yang dituduh. Sungguh tidak adil sekali. Wajar saja kalau Keadilan sekarang jadi barang langka. Kalau memang benar-benar ingin meminta maaf, hendaknya dilakukan dengan adil.

3. “Memaafkan itu jauh lebih mulia daripada meminta maaf lho??”

jika perkataan anda itu anda anggap benar, kenapa anda yang meminta maaf kepada saya? Katanya memaafkan itu jauh lebih mulia. Aneh sekali, baru kali ini ada orang yang mau derajatnya tidak dimuliakan. Padahal, Tuhan menciptakan Manusia dengan bentuk yang sempurna. Sudah sewajarnya manusia mencari kemuliaan dalam dirinya. Lha ini kok malah tidak menginginkan kemuliaan. Jangan sekali-kali membuat sebuah GAP tentang Strata Sosial. Anda lebih mulia, saya mulia, atau apalah. Mengapa? karena dengan adanya Gap seperti ini, justru akan membatasi diri untuk kembali suci.(tau maksud saya kan?)

4. “Orang yang KUAT adalah orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain..!!”

Ahh..Klise sekali. Sadarkah anda sebenarnya kita sudah di-GOBLOK-i sama yang namanya “Peribahasa/Ungkapan/Syair”. Kenapa? karena mereka hanya bisa memberikan TEORI, bukan AKSI. kalau bahasa halusnya “TALK MORE DO LESS” atau “NO ACTION SPEAK ONLY”


1 Response to “HARUSKAH MEMINTA MAAF??”


  1. 8 Oktober 2008 pukul 5:24 pm

    saya juga dimaafkan kalo ada salah…
    maaf itu kembali ke perasaan. tapi kalo memang orang yang berbesar hati adalah orang yang mengetahui kapan memaafkan dan kapan minta maaf.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: