06
Des
08

PILKADA JATIM, DAN AKHLAK MULIA

Ka-Ji

Ka-Ji

Pilkada Jawa Timur baru saja selesai. Perhitungan final oleh KPU juga sudah kelar. Hasilnyapun dapat disimak/diakses berbagai media. Dan hasilnya cukup mengejutkan…!!! Pasangan Ka-Ji (Khofifah-Mudjiono) yang sebelumnya unggul melalui metode Quick Count oleh berbagai lembaga survey, “tiba-tiba” saja kalah dalam perhitungan suara manual yang dilakukan oleh KPUD Jatim.

Kemenangan pasangan Karsa (Soekarwo-Syaiful Yusuf) boleh dibilang dramatis. Kemenangannya diberbagai daerah amat tipis, hanya menang mutlak didaerah Madura. Alhasil, kemenangan yang diraih Karsa “hanya”terpaut 60.000 suara saja. Luar biasa sekali…!!! Lalu, apakah masalah sudah berakhir? Teryata tidak…. <Hehehehe… Selalu saja begini…>

1. Akhlak Pemimpin

Saya yakin kita semua sepakat kalau seorang pemimpin harus memiliki akhlak yang baik. Akhlak yang mulia t5ercermin dari sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau saat Pilkada, akhlak seorang pemimpin bisa diamati saat mereka Gagal/Kalah.

Jika mereka kalah, maka mereka akan menerimanya dengan lapang dada, tidak mencari kambing hitam, tidak protes berlebihan,  dan tidak menuduh para pemilih dengan alasan salah pilih. Itulah ciri-ciri pemimpin yang berakhlak mulia. Jangan menilai akhlak para pemimpin saat mereka kampanye saja. Mereka seolah-olah menyulap diri mereka sendiri sebagai “TUHAN” yang akan merubah nasib rakyat yang menderita.

Saya jadi teringat pidato kekalahan John McCain didepan ribuan pendukungnya. Beliau mengatakan :

That wasn’t your fault, but it was mine

Sungguh pernyataan yang sangat “Gentlemen” dari seorang pemimpin. Sikap John McCain mencerminkan akhlak yang mulia dari seorang pemimpin. Dia ingin mengatakan kepada para pendukungnya bahwa : “Kalian tidak perlu bersedih, sekarang kalian telah memiliki seorang presiden baru. Tidakperlu larut dalam kesedihan. Ini bukan salah kalian, tapi ini kesalahan saya.

2. Sungguh Mubadzir

Setelah mendengar kekalahan Ka-Ji. Dengan spontan Khofifah-Mudjiono langsung melayangkan surat gugatan kepada Mahkamah Konstitusi. Alasannya mencari keadilan karena merasa didzalimi. Memang benar, Makhkamah Konstitusi adalah tempat untuk mencari keadilan. Namun, jika digunakan saat Pilkada, saya rasa ada sesuatu yang kurang pas.

Dengan hasil “perbuatan”nya, tim Ka-Ji berhasil memenangkan gugatan. Dan keputusan MK adalah : Melakukan pemilihan ulang di dua kabupaten (Bangkalan dan Sampng) di Madura. Dampak dari keputusan itu adalah : Biaya penyelenggaraan Coblosan ulang adalah sebesar 15 M.

Uang 15 Milyard hanya igunakan oleh sesuatu yang tidak ada gunanya. Mungkin Ka-Ji sudah tidak peduli lagi, yang penting dia harus menang apapun caranya. Bahkan Presiden-pun dituduh ikut campur tangan… haiks, alasan yang sungguh mengada-ada. Ahhh Ka-Ji, sungguh tidak berakhlak kalian…!!!


1 Response to “PILKADA JATIM, DAN AKHLAK MULIA”


  1. 7 Desember 2008 pukul 12:08 am

    kata teman saya yang berhak mengganti biaya pemilu itu yang berlaku curang….. yah KarSa itu, dia jelas2 melakukan kecurangan koq…
    kalo KaJi, saya salut bahwa dia benar2 seorang yang memperjuangkan keadilan, menujukkan bahwa dia tidak langsung menyerah ketika ada ketidakadilan di dalamnya.
    yah semoga aman2 aja sampe selesai
    sy juga menulis loh dit ttg pilkada ini😀 hehhe

    ——————————————————————————–
    Oke2 maas……….kita adu analisa yaaa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: