15
Feb
09

PONARI, DUKUN TIDAK ILMIAH

Batu Ajaib (Katanya)

Batu Ajaib (Katanya)

Ponari, nama yang cukup unik kalau saya boleh katakan. Karena mengingatkan saya pada salah satu pemain sepak bola nasional Ponario Astaman (Agak maksa si..hehehe). Tiba-tiba saja bocah asal Jombang itu terkenal. Bukan karena punya kasus seperti Ryan (Jagal asal Jombang), juga bukan karena punya pemikiran hebat seperti Gus Dur. Tetapi, mendadak menjadi dukun cilik.

Kenapa Ponari Terkenal?

Mengapa Ponari bisa begitu terkenal? Karena konon dia dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bukan dengan teknologi mutakhir, bukan dengan ilmu farmasi, juga bukan dengan pengobatan alternatif, tetapi dengan menggunakan sebuah batu. Batu? Ya..batu. Dengan mencelupkan batu “ajaib” tersebut kedalam air, masyarakat percaya segala macam penyakit dapat terobati dengan meminum air tadi.

Masyarakat mempercayai kalau batu tercebut adalah titisan dewa petir (Walah..Lha kok mirip cerita rakyat), Ada juga yang mempercayai titipan dari Mbah Seno, entah siapa orang ini, konon dia adalah orang sakti (Tapi orang sakti kok namanya keren banget ya…), Lalu tak ketinggalan pula paranormal bangsa ini menyebut kalau batu itu berasal dari kekuatan mistis Gunung Bromo.

Kabupaten Jombang terkenal sebagai kota beriman. Bayak pondok pesantren terkenal di Kabupaten Jombang misalnya : Pondok pesantren Darul Ulum dan Pondok pesantren Tebu Ireng (Pengasuhnya Salahhudin Wahid), Kemudian juga sebagai pusat gerakan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Jombang juga melahirkan tokoh-tokoh kharismatik seperti : Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Salahuddin Wahid, Alm.Nurcholis Madjid, Emha Ainun Nadjib, Mantan Gubernur jatim Imam Utomo, dll. Ironis memang, melihat kondisi seperti itu. Kota dengan iklim religius yang amat kental, namun masih mempercayai hal-hal mistis yang tidak ilmiah dan menyesatkan.

Definisi Ilmiah

Kita sering berbicara “ilmiah”. Budaya ilmiah, berpikir ilmiah, bertindak ilmiah, tulisan ilmiah, dan sebaginya. Apa sebenarnya maksud dari kata ilmiah disini? Ilmiah berarti berdasarkan ke-ilmu-an. Sedangkan ilmu berati segala sesuatu yang kita pelajari. Sedangkan untuk mempelajari sesuatu, kita harus memiliki data dan literatur pendukung agar semakin menguatkan hipotesis kita.

Jadi segala sesuatu yang ilmiah berarti apa saja yang telah dipelajari dan didukung dengan literatur dan data untuk menguatkan hipotesa kita. Atau bisa juga dikatakan, ilmiah berarti berbuat berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan. Bukan asal berteori tanpa dasar dan tidak dapat diterima logika.

Masyarakat kita pada umumnya pola pikirnya masih primitif. masih banyak yang mempercayai takhayul, dongeng, dan fiksi-fiksi konyol. Persis sama dengan jaman Pithecantropus Erectus, yang masih mempercayai benda-benda keramat. Dalam kasus ini misalnya, sudah terbukti kalau masyarakat yang dibesarkan dalam lingkungan religius yang cukup kental saja masih mempercayai hal-hal mistis. Apalagi dengan masyarakat di pelosok tanah air sana.

Metode Konyol

Yang membuat saya heran lagi adalah metode penyembuhanya. Hanya dengan memasukkan batu kedalam segelas/sebaskom/semangkuk air lalu langsung diminum. Tidak harus air minum, air comberan-pun tidak masalah. Hal ini sudah jelas-jelas melanggar pola hidup sehat dalam ilmu kedokteran. mana ada air comberan yang dapat menyembuhkan penyakit? Yang ada justru sebagai sarang penyakit.

Logikanya, segala zat cair yang sudah berkontak langsung dengan batu ”ajaib” milik Ponari dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Lalu saya sempat berpikir, Apa jadinya kalau yang digunakan bukan air, tetapi larutan Asam Sulfat pekat 98%? Apakah tetap dapat menyembuhkan? Jawabanya Jelas tidak…!! Kalau tidak percaya silahkan dicoba..!! Belilah Larutan Asam Sulfat pekat 98% ditoko Kimia lalu bawalah ketempat Ponari. lalu minumlah larutan Asam Sulfat tadi, saya jamin anda langsung mati ditempat… Hahahaha sungguh konyol


6 Responses to “PONARI, DUKUN TIDAK ILMIAH”


  1. 1 raden
    18 Februari 2009 pukul 12:43 pm

    selama masyarakat biaya ke dokter masih mahal fonemena kayak gini pasti ada. disinilah peran pemerintah. coba ke dokter gratis obat murah isya Allah ponari nggak laku. jangan salahkan masyarakat karena tidak ilmiah.mending melihat auto kritik pemerintah. jangan salahkan masyarakat yang butuh kesembuhan secara cepat.

    —————————————————————————–
    Iyaya..sulit juga menyalahkan Masyarakat yg pola pikirnya masih primitif seperti itu

  2. 1 Maret 2009 pukul 9:48 pm

    y gmn lagi mas kobe…
    masyarakat kebanyakan masih percaya ma yang mistik2…

    ——————————————————————————–
    Nah berarti profesi yg pasti laris dan tidak akan rugi adalah jadi dfukun…hehehehe

  3. 4 Maret 2009 pukul 1:51 pm

    ehh mas Kobe, aku juga nemu batu loh di depan kosan. item, alus, bulet..
    enaknya tak kasih nama apa ya tu batu..
    kan batu petir & batu ajaib udah ada…??

    wah jangan2 aku juga calon dukun tidak ilmiah nie.. heheheeee
    ———————————————————————–
    Item, Alus Bulet?? jadi’in cemilan aja…kan lumayan bisa bikin kenyang

  4. 4 ibnu
    9 Maret 2009 pukul 6:09 am

    yah mau bagaimana lagi
    selama dokter masih mahal
    dan makin banyak dokter yang membisniskan pasiennya
    (harusnya dokter menolong bukan berbisnis)
    maka tingkat kepercayaan masyarakat pada dokter
    makin hilang
    sementara penyakit harus diobati,
    maka pengobatan alternatif merupakan solusinya
    so jangan salahkan masyarakat
    tapi dokter dan lembaga kesehatan terkait
    juga harus lebih berkaca diri
    agar timbul kesadaran dalam masyarakat

    —————————————————————————————-
    Yah…makanya, jangan mau jadi orang miskin. Serba susah kan?? Apalagi saat musim kampanye seperti ini, pasti banyak yang kasihan. Tapi kalau masa kampanye sudah habis, ya sudah…Gud Bay…

  5. 5 arrevi
    26 Maret 2009 pukul 6:36 pm

    Gini aja gimana kalo batunya si Ponari itu diteliti, kira2 kandungan dari batu Ponari itu apa saja sih?
    Mungkin saja kan di dalam batu tersebut ada zat2 kimia dimana ketika direaksikan/ dikontakkan dengan air maka akan menghasilkan senyawa hydro yang dapat bermanfaat bagi kesehatan manusia. (halah..)
    ——————————————————————
    Kayak The True Power of Water la’an

  6. 2 Mei 2009 pukul 7:39 pm

    yaah mau gimana lagi cuma di indonesia tradisi dukun masih berlaku, apalagi letaknya di pelosok gt .. tp saya yakin di JOMBANG ga semua msyarakatnya percaya sama penyembuhan ala ponari … “mending datang ke mpoknori minta tandatangan, poto bareng (ck ck ck asal tuh …)
    ——————————————————————
    memang…tidak semua masyarakat Jombang percaya akan hal2 begituan… salah satu contohnya adalah Ayah saya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: