03
Mar
09

BELAJAR DARI AIR

Siklus air adalah simbol kesabaran atas konsensus alam. Air tidak pernah mengeluh ketika dipanaskan ataupun didinginkan, bahkan dengan dua kondisi itu ia bisa memberikan manfaat bagi orang orang yang membutuhkannya, dan salah satu sifatnya adalah selalu mengikuti wadah yang ditempatinya.

Namun kandungan air itu sendiri tidak berubah yang menunjukkan keistiqomahan dan fleksibilitas air dalam beradaptasi. Seperti itulah semestinya kita. Dimanapun berada kita harus selalu bisa menyesuaikan diri, beradaptasi dan tidak mudah mengeluh terhadap kondisi yang terjadi dan menimpa pada saat ini, bahkan lebih jauh lagi kita bisa mengisi lingkungan tersebut dengan nilai nilai kebaikan dan tetap memberikan konstribusi dalam keadaan apapun juga.Dan ketika kita berinteraksi di dalamnya, dituntut juga untuk selalu memegang identitas diri yang tidak akan berpengaruh dan bersekutu terhadap sesuatu keburukan. Bagaikan air yang tak akan bercampur dengan minyak dan hanya bercampur dengan bahan senyawanya.

Air juga tidak pernah bisa dibendung dan terbendung. Tertutup satu jalan di depan, ia akan berusaha mencari jalan lain dan terus mencari sampai jalan itu benar benar didapatinya. Air tidak pernah menyia-nyiakan lubang bocor di ember atau di bak sekecil apapun. Ia akan mengalir deras menuju kebebasan bergerak dan keberhasilan. Seperti air tidak seharusnya kita sebagai manusia menyerah pasrah dan putus asa, setiap kali membentur halangan dalam meraih cita cita.

Bagaikan air yang membuat batu berlubang ataupun yang mengikis karang, dengan butiran butiran kecil ataupun desiran buih yang serempak tapi terus menerus tanpa mengenal lelah ataupun berhenti sesaat selama masih terdapat aliran. Begitupun seharusnya kita yang tak kan pernah berhenti tuk selalu berusaha, sekeras apapun tantangan yang ada, jika kita lakukan dengan kesabaran yang tulus dan keikhlasan tentu akan memperoleh hasil. Dan usaha yang dilakukan terus menerus tak kenal henti hingga ajal menjelang.

Belajarlah dari sifat air dalam kehidupan kita, Karena hidup adalah bagaimana kita menulis dan memaknainya . Tapi memang Allah swt lah sang Maestronya. Berjuanglah karena itu kita hidup. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu, jadikan ikhlas sebagai niatmu, jadikan tawakal sebagai pengingatmu. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua.


6 Responses to “BELAJAR DARI AIR”


  1. 1 kencrenk
    4 Maret 2009 pukul 5:52 am

    Amiiiinnnn…
    keren Be…nice post
    4 jempol buat km…TOP MARKOTOP…
    bisa jadi tambahan pelajaran hidup
    ———————————————————————–
    Goog Mar so Gut

  2. 2 arrevi
    26 Maret 2009 pukul 6:46 pm

    Oo begitu ya mas koBe.

    Mengapa harus air?
    Bagaimana dengan Material yang lain ? misalnya Udara
    hehehehehehehehehe..

    Tapi salut buat postingannya..
    ————————————————————-
    Air merupakan zat utama syarat kehidupan.. Buktinya kenapa para peneliti mencoba mencari-cari air di Mars bukan mencari Udara di Mars

  3. 3 Nadia
    10 Juli 2009 pukul 12:10 pm

    teringat kata ini juga be…
    “kesabaran yang tulus dan keikhlasan tentu akan memperoleh hasil”
    sering di bilang pak Marno…siiippp…
    nice post bro….

  4. 4 lamranto
    3 Juni 2010 pukul 7:46 pm

    aku suka banget. kapan-kapan buat yang baru lagi yeeee

  5. 5 HILMAN
    18 Agustus 2011 pukul 11:39 am

    ASlmkm, mantap…!minta tulisannya ya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: