23
Sep
10

Menurut PANCASILA, Indonesia itu……

Kembali, kerukunan antar umat beragama dinegeri ini kembali diuji. Seperti layaknya mahasiswa yang sedang mengikuti ujian dikampus, para pemeluk agama dituntut untuk tidak “termakan” oleh rumitnya “soal” yang harus diselesaikan. Penusukan jema’at HKBP beberapa waktu yang lalu telah mengagetkan kita semua. Jika ada oknum yang mengaku hal itu dilakukan sebagai bentuk tindakan preventif, maka itu tidaklah dapat dibenarkan.

Berbicara mengenai kerukunan hidup beragama, tentu tidak bisa kita lepaskan dengan yang namanya kebebasan HAM. Jika membahas tentang HAM, maka akan melibatkan UUD. Karena kebebasan beragama sudah diatur disitu. Jika UUD sudah disentuh, maka akan mengacu pada sumber dari segala sumber hukum di Indonesia, yaitu : PANCASILA.

Pancasila merupakan ideologi bangsa kita. Pancasila juga merupakan salah satu sudut pandang bangsa kita. Oleh karena itu mari, kita kaji satu per satu ayat2 Pancasila….

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam sila pertama disebutkan”Ketuhanan Yang Maha Esa”. Disini menggunakan kata “Ketuhanan”. Tidak menggunakan kata Tuhan. Kata “Ketuhanan” disini berarti memiliki sifat menyerupai Tuhan. Karena, jika kata benda (Tuhan) diberi imbuhan “ke-an” maka maknanya akan berubah menjadi “sifat yang menyerupai”. Jadi, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak diperlukan kehadiran TUHAN. Begitu juga dalam pengambilan keputusan, tidak perlu adanya campur tangan TUHAN. Sekilas, pendapat ini terkesan sekuler. Tapi memang demikianlah kenyataannya. Negara ini adalah negara sekuler, tetapi tidak mau mengakui ke-SEKULER-annya. Akan tetapi, negara sekuler selalu memiliki “Wakil TUHAN” dalam menjalankan roda pemerintahannya. Dalam hal ini, yang menjadi “Wakil TUHAN adalah para hakim dan jaksa. dimana tugas mereka adalah menegakkan hukum negara.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Dalam sila kedua ini, ada kata “Adil” dan “Beradab“. Makna dari kedua kata ini sangat berbeda (Ya jelas..lahh). Adil merupakan sifat yang sangat sempurna. Bagi manusia, menjadi pribadi yang adil amatlah sulit. Karena pada dasarnya manusia cenderung diwarnai sifat subyektifitasnya. Itulah sebabnya, kenapa Tuhan memberikan syarat harus berlaku “Adil” bagi siapa saja yang ingin Poligami. Tuhan mungkin berkeinginan, agar Poligami tidak dijadikan sebagai ajang main-main. Oleh karena itu diberilah syarat yang amat berat, yakni harus mampu berlaku Adil.

Sedangkan makna kata beradab berasal dari kata dasar “adab” yang berarti  sifat yang santun. Kata adab disini maknanya jauh lebih luas dibandingkan dengan kata “Adil“. Karena, segala sesuatu yang beradab sudah barang tentu akan menjunjung keadilan, atau minimal gandrung akan keadilan.

Sedangkan kata penghubung “dan” diantara kata AdilBeradab menunjukkan kalau kedua kata tersebut (Adil, Beradab) kedudukannya sejajar, Alias memiliki kesejajaran makna. Jadi, kata “Adil” dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan disejajarkan dengan kata “Beradab” yang cakupannya jauh lebih luas. Disini menunjukkan kalau kata “Adil” memiliki porsi lebih banyak dibandingkan sifat2 yang lain.

3. Persatuan Indonesia

Pada sila ke-3 kali ini kata yang digunakan adalah PERSATUAN, bukan Perhimpunan ataupun Perkembangan. Persatuan disini memiliki makna harus menjadi satu. Atau jika diartikan secara harfiah, sila ketiga ini mengatakan : “Indonesia harus bersatu”. Apapun yang terjadi, Indonesia harus bersatu. Jika ingin berkembang, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah bersatu. Begitu juga jika ingin unjuk kekuatan, syarat utamanya adalah bersatu.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Sila ke-empat dalam pancasila merupakan sila yang paling panjang. Agak unik karena sebelumnya (sila ke-3) merupakan sila yang terpendek. Apa mungkin penciptanya punya trauma dengan angka 3?? Allahualam….

Sila ke-4 menggunakan kata “Kerakyatan” yang berarti segala sesuatu yang berhubunan dengan rakyat. Disini dijelaskan kalau Kerakyatan itu dipimpiun oleh “Hikmat kebijaksanaan“. “Hikmat Kebijaksanaan” ini artinya Kebijakan yang bijaksana (Nah loo…Bingung kan??). Jadi, berdasarkan sila ke-4 seorang pemimpin negara (Baik Presiden, DPR, ataupun MA) harus membuat Kebijakan yang sebijak-bijaknya. Atau dengan kata lain harus membuat Kebijakan yang disenangi oleh rakyat. Nah kalau keadaan negara tidak memungkinkan?? Tidak peduli..!! Yang penting rakyat senang…

Lalu bagaimana cara mengambil kebijakan tersebut?? Tentu saja dengan cara Musyawarah. Walaupun keadaan pemerintah tidak lagi memungkinkan untuk mengadakan musyawarah, tetap saja tidak peduli. Yang penting harus melalui musyawarah agar kebijakan yang dihasilkan nanti disenangi oleh rakyat.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pada sila kelima, kembali menggunakan kata “Adil” sebagai penekanan. namun bedanya, disini sudah diberi imbuhan Ke-an. Sehingga maknanya sedikit bergeser menjadi segala sesuatu yang bersifat adli. Akan tetapi, pada sila ini, kata”Keadlian” diikuti dengan kata “Seluruh” dibelakangnya. Sehingga memberikan kesan kalau Adil disini berarti memiliki kesamaan. Atau bahasa sederhananya Adli haruslah sama.

Jadi, pada sila kelima kali ini menjelaskan kalau segala sesuatu yang menyangkut kehidupan sosial harus disamakan. Karena disini, keadlian berarti sama rata. Siiiip… Mirip sekali dengan konsep Sosialisme.

KESIMPULAN

Dari kelima pasal diatas, dapat disimpulkan bahwa Indonesia ini :

1. Adalah negara sekuler

2. Harus menegakkan keadilan diatas segala-galanya

3. Apapun yang terjadi, Indonesia harus bersatu

4. Kebijakan yang diambil haruslah mampu menyenangkan rakyat, apapun resikonya

5. Adalah negara sosialis dengan konsep semuanya harus sama.


3 Responses to “Menurut PANCASILA, Indonesia itu……”


  1. 18 Juni 2011 pukul 1:25 pm

    semua itu mempunyai makna
    artikel yang menarik🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

September 2010
S S R K J S M
« Jul   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: