16
Jun
08

KEAJAIBAN RANCANGAN KEMAMPUAN TERBANG SERANGGA


Jika masalah penerbangan direnungkan, maka Burung segera terlintas dalam pikiran kita. Namun, Burung bukanlah satu-satunya mekhluk yang bisa terbang. Beberapa jenis Serangga juga dilengkapi dengan berbagai kemampuan terbang yang jauh melebihi kemampuan terbang burung. Kupu-kupu Raja, dapat terbang dari Amerika Utara hingga kepedalaman Hutan di Brazil. Lalat dan capung bahkan bisa tetap diam di udara.

Yang Mengilhami Helikopter : Capung

Sejak saya masih kecil, saya pernah melihat binatang langka yang bisa terbang selain burung. Maklum, sat itu saya masih kecil, sehingga rasa ingin tahu saya amat besar. Binatang ini namanya Capung, begitulah kata Ibu saya. Beranjak Balita, yang membuat saya bertanya adalah, kenapa bentuknya mirip dengan Helikopter?

Sayap Capung tidak dapat dilipat pada tubuhnya. Selain itu, cara otot terbang digunakan ketika sayap bergerak, berbeda dengan kebanyakan serangga lainnya. Karena sifat ini, para evolusionis menyatakan bahwa Capung adalah “Serangga Terbelakang”.

Padahal sebaliknya, sistem terbang makhluk ini tidak lain adalah kejaiban perancangan. Pembuat Helikopter terbaik dunia, Sikorsky, menuntaskan perancangan Helikopter mereka dengan menempatkan capung sebagai Model. IBM, mitra Sikorsky dalam proyek ini menempatkan suatu model capung kedalam komputer (IBM 3081). Dua ribu jenis penggambaran khusus dilakukan komputer dalam hal manuver Capung di udara. Jadi, model helikopter Sikorsky yang ditujukan untuk pengangkutan tentara dan persenjataan telah dibuat berdasarkan contoh yang berasal dari seekor capung.

Gilles Martin, seorang fotografer alam, telah melakukan pengamatan 2 tahun untuk meneliti capung, dan dia juga menyimpulkan bahwa makhluk ini memiliki cara terbang yang rumit.

Tubuh capung menyerupai bentuk pilin yang terbungkus logam. Dua sayapnya saling silang pada badannya yang menampakkan bias warna dari biru muda hingga merah marun. Karena bentuk seperti ini, capung dilengkapi manuver terbang yang luar biasa. Tak peduli pada pada kecepatan dan arah bagaimanapun ia telah bergerak, capung dapat mendadak berhenti dan mulai terbang kembali dengan arah berlawanan. Atau, capung dapat tetap diam diudara untuk berburu. Pada kedudukan seperti itu, ia dapat bergerak secara cepat menuju mangsanya. Ia dapat mempercepat gerakannya hingga kecepatan yang sangat mengejutkan untuk seekor serangga : 25 mil perjam (40 kilometer/jam), yang dapat disejajarkan dengan seorang atlet lari 100 meter dengan kecepatan 24,4 mil perjam ( 39 kilometer perjam).

Penglihatan capung sama sama mengesankannya dengan kemampuannya menunjukkan manuver mendadak pada kecepatan tinggi. mata capung diakui sebagai contoh terbaik dari semua serangga. Capung memiliki sepasang mata, tiap matanya memiliki sekitar 30 ribu lensa berbeda. Dua matanya nyaris bulat, masing masing hampir separuh ukuran kepalanya, memberi serangga ini wilayah pandang yang sangat luas. Karena mata-mata ini, capung hampoir selalu mengetahui keadaan dibelakangnya.

Karena itu, capung merupakan gabungan sistem-sistem, yang masing masingnya memiliki bentuk tersendiri dan sempurna. tidak berjalannya salah satu saja dari sistem-sistem ini akan merusak sistem yang lainnya juga. Walaupun begitu, seluruh sistem ini diciptakan tanpa cacat, sehingga makhluk ini dapat bertahan.

Gerak Terbang

Sayap lalat bergetar menurut sinyal listrik yang dihantarkan oleh saraf. Contohnya, pada Belalang setiap satu sinyal saraf menghasilkan satu pengerutan otot yang akibatnya menggerakkan sayap. Dua kelompok otot yang berlawanan, yang dikenal sebagai “pengangkat” dan “peredam” menjadikan sayap bergerak naik dan turun dengan menarik dalam arah yang berlawanan.

Jangkrik mengepakkan sayapnya hingga 12 – 15 kali tiap detik., namun untuk serangga yang lebih kecil, memerlukan kepakan yang lebih banyak untuk dapat terbang. Contohnya, jika Lebah Madu, Tawon, dan Lalat mengepakkan sayapnya 200 hingga 400 kali per detik, jumlah ini meningkat hingga 1000 kali pada Ngengat dan beberapa parasit sepanjang 1 milimeter. Bukti lain yang jelas tentang penciptaan yang sempurna adalah bahwa serangga sepanjang 1 milimeter mampu mengepakkan sayapnya dengan jumlah yang luar biasa mencapai seribu kali per detik tanpa membakar, mengoyak, atau pun melelahkan serangga itu.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa sayap mereka digerakkan dengan perantaran sinyal listrik yang dikirimkan melalui saraf. AKan tetapi, suatu sel saraf hanya mampu menghantarkan sebanyak-banyaknya 200 sinyal per detik. Lalu, bagaimana mungkin serangga terbang kecil ini mencapai 1000 kepakan sayap per detik?

Lalat mengepakkan sayapnya 200 kali per detik memiliki hubungan saraf otot yang berbeda dengan yang terdapat pada Belalang. Terdapat satu sinyal yang dialirkan untuk setiap 10 kepakan sayap. Disamping itu, otot yang dikenal sebagai otot serat bekerja dengan pola yang berbeda dari otot otot Belalang. Sianyal saraf hanya memerintahkan otot bersiap untuk terbang dan, ketika otot mencapai tingkat tegangan tertentu, otot pun mengendur dengan sendirinya.

Terdapat suatu sistem pada Lalat, Lebah Madu, dan Tawon yang mengubah kepak sayap menjadi gerakan “otomatis”. otot-otot yang memungkinkan penerbangan pada serangga-serangga ini tidak terikat langsung oleh tulang-tulang tubuh. SAayap menempel ke dada dengan persendian yang berguna sebagai poros. Otot yang menggerakan sayap dihubungkan dengan permukaan bawah dan atas dada. Ketika otot-otot tersebut mengerut, dada bergerak dalam arah yang berlawanan, yang pada gilirannya menimbulkan tarikan ke bawah.

Mengendurkan sekelompok otot secara otomatyis menghasilkan pengerutan kelompok yang berlawanan yang diikuti dengan pengenduran. Dengan kata lain, hal ini merupakan suatu “sistem otomatis”. Dengan cara ini, gerakan otot berlanjut tanpa henti hingga sinyal pemberitahuan berlawanan dikirimkan melalui saraf yang mengendalikan sistem tersebut.

Cara terbang seperti itu dapat dibandingkan dengan sebuah jam yang bekerja berdasarkan pegas melingkar. Bagian ini ditempatkan dengan tepat sehingga satu gerakan tunggal saja dengan mudah menggerakkan sayap. Mustahil kita tidak melihat rancangan yang sempurna pada contoh ini. Ciptaan Allah yang sempurna pun terbukti.


5 Responses to “KEAJAIBAN RANCANGAN KEMAMPUAN TERBANG SERANGGA”


  1. 25 Juli 2008 pukul 10:14 pm

    gila…gw suka banget ama yg namanya helikopter, apalagi apache….good posting, bro!

  2. 2 Paskal
    26 Januari 2009 pukul 11:30 am

    Bagus banget nih, gimana kalo kita diskusi lagi tentang keanehan capung yang sangat menarik ini
    ———————————————————————————————
    Boleh mas,,kebetulan sekali, hobi saya juga berdiskusi…

  3. 3 valdi
    11 Februari 2009 pukul 1:41 pm

    capung adalah binatang yang paling jelek yang pernah ada..

    ———————————————————————
    Wah…jangan salahkan Capung dong, tapi salahkan yang Menciptakan…Itupun kalo berani Lho ya…Hehehehehe

  4. 4 eka
    16 April 2010 pukul 9:43 am

    good posting Ndol….!

  5. 1 Juli 2010 pukul 5:11 pm

    Wah mantabs bgt Gan.. Thanks Infonya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: