12
Sep
08

MARHABAN YAA LEBARAN…!!!

Rebutan Lagi

Rebutan Lagi

Setiap bulan Ramadhan terutama diakhir bulan, biasanya para Calon pemudik sudah bersiap-siap untuk “pulang” ke kampung halaman. Maklum, momentum lebaran merupakan saat yang pas untuk mempererat tali Silaturahmi dengan sanak saudara. Semua elemen masyarakat “seolah ikut ketiban rejeki atas datangnya Ramadhan. Mulai dari pedagang asongan sampai pejabat kantoran. Jadi tepat rasanya jika Ramadhan merupakan bulan penuh berkah.

Akhir-akhir ini banyak diberitakan kalau sarana transportasi (angut menangkut penumpang) sudah laris manis seperti semut yang menemukan bukit gula. Tiket-tiket yang terjual sudah habis terpesan. Tiket bis, pesawat, hingga tiket kereta api. Apalagi yang namanya Tiket kereta api..!! Sudah sejak lama para calon penumpang (dan Calo tentunya…) sudah antri sejak jauh hari. Bahkan ada yang sampai menginap di stasiun hanya untuk mendapatkan secarik kertas bernama “TIKET”.

PT KAI bahkan sampai menambah tiket khusus untuk lebaran hingga 4000 tiket. Namun sudah bisa ditebak, dalam hitungan hari saja tiket itu sudah habis terjual. Baik itu calon penumpang maupun Calo sialan..!!. Namun kalau kita amati, kebanyakan tiket yang dijual adalah tiket kereta kelas Bisnis dan Eksekutif. Jarang sekali tiket jkereta Ekonomi dipesan jauh jauh hari sebelumnya. Dan berdasarkan pengalaman saya, tiket kelas ekonomi memang bisanya dipesan pada hari itu juga.

Kenapa Tak memilih Ekonomi saja??

Kereta kelas ekonomi

Kereta kelas ekonomi

Apa yang terbayangkan jika mendengar “kelas ekonomi”? Pasti yang terlintas di benak kita adalah : kumuh, Jorok, tidak terawat, menyedihkan, dan mungkin sumpah serapah yang menyatakan kalau tidak akan menggunakan fasilitas kelas ekonomi lagi. Mungkin pendapat itu tidak sepenuhnya salah. Namun juga tidak sepenuhnya benar. Karena hal itu cuma cerita dari mulut ke mulut, jadi yang namanya cerita itu bisa benar dan bisa juga salah.

Berbicara mengenai kereta api kelas ekonomi, saya jadi teringat pengalaman saya saat pergi ke Bandung beberapa minggu yang lalu (seperti yang pernah saya tuliskan disini). Pada saat itu, saya harus buru-buru kembali ke Surabaya (maklum, dompet sudah tipis). jadi dengan segera saya harus membeli tiket kereta. Awalnya saya membeli tiket kjereta kelas bisnis, tetapi sang operator bilang : “Tiketnya habis, hanya ada untuk hari rabu”.

Daripada saya harus menunggu sampai hari rabu, maka saya dengan berani memutuskan untuk memilih kereta kelas ekonomi. Tiket tidak bisa dipesan, jadi harus datang ke stasiun Kiara Condong langsung. Pada saat itu, jadwal keberangkatan kereta jam 6.15 pagi. Saya sudah mengantri sejak pukul 5.00 pagi. Namun, seolah perjuangan saya tidak membawa hasil, karena saya hanya kebagian tiket berdiri. Mau tidak mau, akhirnya saya beli juga.

Pada saat perjalanan, kereta penuh sesak. Sangat berjubel. Berbagai macam penumpang ada didalamnya, mulai dari buruh, pelajar, hingga orang renta ada semua. Seolah mereka bersatu dalam satu tujuan : SURABAYA. Penderitaan saya belum berhenti, dari stasiun Raja Polah hingga stasiun Tasikmalaya semuanya menambah jumlah penumpang. Bukannya malah sepi, tapi malah bertambah. Wah, semakin sesak saja suasana didalam kereta.

Posisi saya berdiri tepat berada didepan WC diantara dua gerbong. Jadi bisa dibayangkan betapa BAU dan tidak nyamannya saya saat itu. Sudah berdiri,penuh sesak, bau lagi. Ya Allah, sampai kapan penderitaan ini berakhir. Sejak mulai berangkat daru stasiun Kiara Condong Bandung sampai stasiun Tasik, keadaan saya tidak bertambah nyaman, tetapi justru bertambah penat.

Akhirnya….

Mulai dari jam 06.15 sampai 15.00 saya harus berdiri sambil menahan bau dan berdesak-desakan, akhirnya setelah masuk stasiun Kebumen saya dapat tempat duduk juga akhirnya. Wuuhh.. Badan ini serasa mau lepas semua tulang-tulangnya. Capek banget, ingin segera tidur. Dan benar saja, sayapun langsung pulas tertidur begitu memastikan saya sudah dapat tempat duduk.

Setelah memasuki stasiun Tugu Jogja, saya terbangun dan penumpang didepan saya (Bapak, Ibu, dan seorang wanita cantik. Sepertinya mereka sekeluarga) tersenyum kearah saya. Langsung saja saya balas senyuman mereka. Lalu, sang wanita bertanya ke saya, “Mau turun mana?” saya jawab : “Surabaya? kalau mbak sendiri turun mana?”. “saya juga turun Surabaya” jawab si cewek tadi. Akhirnya percakapan kita mengalir “renyah” seolah-olah kita sudah kenal lama, kita berbicara seperti saudara sendiri.

Tanpa terasa, perut ini lapar. Mau beli makanan tidak ada yang lewat, maklum sudah agak malam dan kalaupun ada, saya juga tidak mau beli karena takut kalau sudah basi. Seolah-olah tahu yang saya rasakan, sang Ibu menawari saya makanan. Macam2, ada Roti, Kerupuk, Teh kemasan, Lalu camilan2 ringan. Hehehe, awalnya sih basa-basi dulu, namun akhirnya makan juga.

Setelah memasuki stasiun Jombang, saya mau mengambil Barang bawaan saya di Toilet. Kenapa di Toilet? karena saat saya masuk kereta itu, saya bingung mau menaruh mana tas saya. Akhirnya dengan rekomendasi penumpang yang lain, saya ikutan juga menaruh barang bawaan saya di Toilet.

Betapa terkejutnya saya, melihat di toilet sudah tidak ada lagi barang bawaan saya. Saya-pun bingung. Cemas dan berpikiran yang tidak-tidak. Saya sempat tanya “kondektur” katanya : “Cari dulu mas, siapa tahu dipindahkan orang?” lalu tanpa pikir dua kali, saya-pun mencari. Tapi akhirnya juga tidak ketemu. Saya kembali gelisah

Melihat saya gelisah, penumpang yang lain ikut simpati kepada saya : “Ada apa mas?”. “Tas saya hilang bu.” jawab saya. “Ya Allah..kok bisa mas? coba dicari lagi” kata si Ibu tadi. “Iya mas siapa tahu dipindah orang?” seorang bapak ikut simpati juga ternyata. Setelah saya berkeliling, dan tidak juga menemui tas saya, maka semakin banyak pula penumpang yang ikut simpati.

Bahkan hampir seluruh isi gerbong ikut membantu saya mencari tas saya. Sampai-sampai ada yang bilang egini : “Mas, sampean asli Surabaya kan? Aku yo iyo. Lek sampe tas sampean di colong wong. Tak Antemane wonge”. Sampai segitunya seorang penumpang tadi yang juga sama2 dari Surabaya. Semua mencari dan semua ikut simpati.

Akhirnya, tas saya ditemukan!!!, lega rasanya. Ternyata tas saya masih “nyangkut” disela-sela pintu kamar mandi. Begitu mengetahui tas saya ditemukan. Kontan, seluruh Gerbong mengucap syukur “Alhamdulillah…”. Tua-Muda Pria-Wanita semua ikut senang dengan “ditemukannya” tas saya. Bahkan ada seorang laki-laki paroh baya yang memeluk saya dan meng-elus-elus kepala saya sambil berkata : “Alhamdulillah naaaaakk, bersyukurlah.. Lain kali hati-hati nak kalau naruh barang.”

Kesimpulannya

Pada awalnya, saya sempat mengucap ikrar yang menyatakan tidak akan mau lagi naik kereta kelas ekonomi. Namun, melihat adanya peristiwa tadi, saya memutuskan untuk meralat ikrar saya sebelumnya. Dan mulai saat itu saya dapat menarik beberapa hikmah diantaranya :

1. Tidak selamanya kelas Ekonomi itu “menyeramkan”

2. Walaupun tempatnya agak kotor, namun kekeluargaan didalamnya begitu terasa

3. Anda bisa menyaksikan potert hidup budaya bangsa yang asli, yaitu gotong royong dan sopan santun.

4. Jika anda cukup bersahabat, siapa tahu anda dapat kenalan baru.


7 Responses to “MARHABAN YAA LEBARAN…!!!”


  1. 12 September 2008 pukul 1:21 am

    Wah kisah yg inspiratif, tapi tidak selamanya begitu lho..bisa jadi itu pas semua yang naik adalah yang baik.
    suatu saat sy naik kereta ekonomi malah orangnya saling cuek, ada yang kecurian dibiarin, yah mo gimana lagi, katanya beginilah di kereta ekonomi.

    Wah..itu mungkin sepersekian dari kondisi yang menyimpang mas. Sering banget saya naik kelas ekonomi, dan penumpangnya Bersahabat semua..

  2. 2 Imoet
    12 September 2008 pukul 10:51 am

    Saya rasa kereta api kelas ekonomi kesannya memang kotor, dan berisik habis gitu banyak penjahatnya lagi ih…………………….sangat serem deh kan lau kita mau pergi pinginnya yang nyaman & tentram bukannya berdesak-desakan kayak gitu lau aku mending naik kereta api yang agak bagus aja biar enjoy hiks…………………………5X

    Sebenarnya kalau kita mau mengambil hikmah, ada pesan tersirat yaotu seperti itulah kondisi sosial masyarakat indonesia saat ini

  3. 14 September 2008 pukul 12:12 pm

    hehe, kereta api yeah ? aah emang parah deh BUMN kita

    Bukan BUMNnya yang parah, tetapi jajaran birokrasinya yang agak kurang bener….;)

  4. 15 September 2008 pukul 3:45 am

    Masih ada yang belum kesebut, bau yang keluar dari balik lengan yang bergelantungan bang hehehe…. ( aku jg sering ngalamin waktu masih di Depok kalau mo ke JAkarta)
    Mas bisa jadi itu kebetulan mas lagi beruntung. Hal seperti ini sulit di percaya kalo di JAk, yang ada meleng dikit, ya di mbat orang deh barang kita. kan ada pasar loak hehe😀

    Hmmm..mungkin itu di Jakarta Bu, tapi kalau di Bandung dan sekitarnya, sepertinya masyarakatnya ramah2..

  5. 15 September 2008 pukul 3:49 am

    Tapi kita juga gak boleh berburuk sangka yaa😀

    Iya bu..kita nggak boleh berburuk sangka, apalagi kalau sampai berburuk Rupa.. Hehehehe😀

  6. 6 darmo_gandul
    17 September 2008 pukul 4:19 pm

    Aslkm.Wr.Wb

    Aduh mas udah denger berita terbaru? Yang direbutin sekarang adalah zakat…!!!!Kali ini lagi-lagi masyarakat kecil yang menjadi korban. Karena berdesak-desakan dalam berebut zakat, akhirnya jatuh korban yang berjumlah 21 orang meninggal dunia karena terinjak-injak dalam kerumunan masa yang berebut zakat. Ini merupakan suatu realita bahwa kemiskinan di Indonesia sudah mengakar kuat dan menjadi semakin parah.

    Aduh pusing deh mikirin pemerintah yang gak mau mensejahterakan masyarakat!
    Capek deh….!!!!OK mas semoga semua perjuangan kita di bulan penuh berkah ini dibalas oleh Allah SWT! Amin ya robbal alamin!!
    Semangat….!!!!!

    Yah…itu merupakan bukti kalau negara kita ini sebenarnya Kaya tapi Ngaku Miskin… Gak tau Diri banget deh pokoknya.. Ya jelas lah, lha wong pemerintahannya aja gak tahu diri (masa’anggota DPR banyak yang ditangkap KPK?)…

  7. 30 Desember 2008 pukul 10:19 pm

    Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP 2009 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
    Semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    —————————————————————————-
    Perkenalkan nama saya Aditya Rahman, saya belum bisa daftar Caleg…maklum belum ada yang berminat sama saya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda Pengunjung ke-

  • 56,510

Tanggal Hijriah

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Uang adalah Waktu

Arsip

ARTIKEL BIDANG

Statistik Pengunjung

free counters

Prakiraan Cuaca


%d blogger menyukai ini: